Sabtu, 16 Mei 2026

Terungkap Penyebab Siswa SMAN 6 Garut Nekat Akhiri Hidup, Bukan karena Dibully

Kasus kematian P (16) seorang siswa SMAN 6 Kabupaten Garut Jawa Barat yang mengakhiri hidupnya sendiri akhirnya terungkap.

Tayang:
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
SMAN 6 GARUT - Gedung SMAN 6 Garut. Kasus kematian P (16) seorang siswa SMAN 6 Kabupaten Garut Jawa Barat yang mengakhiri hidupnya sendiri akhirnya terungkap. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kasus kematian P (16) seorang siswa SMAN 6 Kabupaten Garut Jawa Barat yang mengakhiri hidupnya sendiri akhirnya terungkap.

Fakta itu diketahui saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat untuk membuka hasil investigasi yang sudah satu bulan dilakukan.

Tim Investigasi menemukan fakta-fakta mengejutkan, di antaranya P nekat mengakhiri hidup bukan karena perundungan di sekolah seperti yang dikatakan orangtuanya di media sosial.

P diketahui mengakhiri hidup lantaran didorong oleh beberapa faktor, salah satunya faktor psikologis.

"Setelah kita mapping hasil temuan tim dari tim psikolog forensik terus dihimpun, semuanya mengatakan bahwa tidak terjadi perundungan," ujar Kepala BKD Jabar, Dedi Supandi, saat menggelar rapat bersama KDM pada 16 Agustus 2025, rapat tersebut juga dipublikasikan di Chanel YouTube KDM, Kamis (21/8/2025).

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan P mengakhiri hidupnya sendiri.

Di antaranya merupakan masalah psikologis yang kemudian diperparah oleh masalah keluarga.

Baca juga: Kepala SMAN 6 Garut Dinonaktifkan Buntut Dugaan Bullying Siswa Berujung Maut, Hape Akan Diperiksa

Dalam pertemuan itu, Dedi Supandi, juga menegaskan kepada KDM bahwa kondisi yang dialami anak tersebut bukan disebabkan oleh perlakuan tidak menyenangkan dari tenaga pengajar maupun guru.

Dari hasil forensik psikologis juga diketahui bahwa P kerap melakukan self-harm atau melukai salah satu anggota tubuhnya sendiri sejak duduk di bangku sekolah dasar. 

"Terjadi kondisi psikologis yang psikologis tersebut lebih pada ada sebuah pemahaman isme (pengaruh)," ungkapnya.

Dalam investigasi itu juga terdapat fakta memprihatinkan lain, yakni kondisi teman dekat korban, yaitu B, yang diketahui mengalami tanda-tanda depresi setelah kematian P.

B saat ini tengah dalam penanganan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

"Anak tersebut pernah akan melakukan percobaan bunuh diri, sekarang sudah diselamatkan, sekolahnya sudah pindah dan dalam penanganan tim psikiater," ujar Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana.

Baca juga: Bikin Heboh, Pinkan Mambo Jualan Kangung Rp150 Ribu dan Pisang Goreng Fast Track Rp5 Juta

Meninggal Tak Wajar

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved