Menanti Menteri Jokowi

Pada penyusunan Kabinet Kerja Jilid 1 (2014-2019), beberapa menteri mengaku baru ditelepon Jokowipada malam hari jelang pelantikan.

Penulis: Yulis Tribun Jabar | Editor: Kisdiantoro
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV.
Presiden terpilih Pilpres 2019 Joko Widodo saat menyampaikan pidato politik Visi Indonesia. 

Jika Jokowi merangkul musuh-musuhnya masuk kabinet, dikhawatirkan menteri berlatar belakang partai politik menjadi dominan. Padahal, periode kedua ini seharusnya Jokowi tak perlu lagi memiliki beban politik. Sehingga para pembantunya sebaiknya didominasi kelompok profesional.

Menteri Muda

Janji Jokowi untuk memasukkan menteri muda pun ditunggu-tunggu. Jokowi bahkan berjanji memasukkan menteri berusia 20-25 tahun.

"Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun. Tapi dia harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu orang-orang dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Energik, dan itu ada di anak-anak muda," kata Jokowi bulan Juli 2019 lalu.

Saat Indonesia baru merdeka, Soekarno berani memercayakan anak muda menjadi menteri. Yakni Wahid Hasyim yang menjadi Menteri Agama yang pertama di Indonesia. Ayah dari alm Gus Dur ini menjadi menteri di usia 31 tahun.

Ayah dari Prabowo Subianto yakni Sumitro Djojohadikusumo juga menjadi menteri berusia muda di era Soekarno. Sumitro menjabat sebagai menteri di usia 33 tahun.

Ada juga Wikana yang berusia 32 tahun ketika dipercaya menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Sjahrir. Serta Soepeno (32 tahun) yang menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Hatta.

Kode Keras Jokowi Soal Calon Menteri, Ungkap Sosok-sosok Hebat yang Mampu Pimpin Kementerian

Di Kabinet Kerja Jilid I, menteri termuda Jokowi yakni Puan Maharani yang tahun 2014 berusia 41 tahun. Puan yang kini menjadi Ketua DPR RI, sebelumnya dipercaya Jokowi menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia.

Ada juga Hanif Dhakiri (42 tahun) yang menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Serta Imam Nahrawi (41 Tahun) yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Sayangnya, menteri muda Jokowi yakni Imam Nahrawi malah terjerat kasus korupsi yakni menerima uang suap.

Pada periode kedua ini, Jokowi harus bisa memilih menteri yang super tepat.

Jangan hanya karena butuh kondisi politik yang stabil, maka para menteri didominasi mereka yang berlatar belakang politik.

Jokowi juga harus membuktikan janjinya untuk merekrut menteri usia muda agar lebih energik, dinamis dan cepat mengkesekusi keputusan. Namun jangan sampai menteri mudanya malah kembali terlibat korupsi.

Pekerjaan rumah Jokowi di periode kedua begitu banyak. Jokowi harus punya prioritas.

Jika di periode sebelumnya prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, maka di periode kedua adalah pembangunan manusia dan ekonomi.

Defisit neraca perdagangan yang sedemikian dalam, harus bisa dibalik menjadi surplus agar Indonesia makin berwibawa. (Tribunnews/Yulis)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved