Rabu, 20 Mei 2026

Soal Siswa Ancam Guru Pakai Celurit, Ini Kata Disdikpora Kabupaten Gunungkidul

Berita video viral siswa mengancam guru pakai sebilah arit sudah sampai ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul.

Tayang:
facebook@yunirusmini
Siswa menghunus celurit ke sekolah setelah hapenya disita guru. 

TRIBUNJABAR.ID, GUNUNGKIDUL- Berita video viral siswa mengancam guru pakai sebilah arit sudah sampai ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul.

Disebutkan, siswa mengancam guru gara-gara gawai siswa tersebut gurunya.

Kepala Bidang SMP, Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Kisworo, mengkonfirmasi kebenaran video viral siswa ancam guru pakai celurit itu.

"Memang benar (kejadian siswa ancam guru pakai celurit) terjadi di sebuah SMP di Ngawen, saya tadi sudah mencoba menghubungi kepala sekolahnya untuk mengetahui kronologis sebenarnya tapi kami belum memperoleh laporan lengkapnya," ucap Kisworo saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (11/9/2019).

Ia mengugkapkan saat menghubungi kepala sekolah yang bersangkutan, pihaknya belum menerima laporan kronologis kejadian secara rinci.

"Saat saya hubungi kepala sekolah mengaku sedang memberikan keterangan, saya juga masih menunggu bagaimana kronologisnya," ujar Kisworo.

Heboh Video Siswa Hunus Celurit ke Sekolah Gara-gara Hapenya Disita

Menolak Tanggung Jawab Setelah Menghamili Pacar, Siswa SMP di Pangkal Pinang Dipenjara

Pihaknya belum mengetahui apakah murid yang mengancam guru itu dilaporkan kepada pihak kepolisian atau tidak.

Saat disinggung terkait dengan sanksi yang kemungkinan didapat oleh siswa, pihaknya belum bisa memutuskan.

Menurutnya masih diperlukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan kasus kali ini.

"Sifatnya nanti pembinaan, yang jelas harus introspeksi dulu antara kedua belah pihak. Kita lihat kasusnya seperti apa. Kalau kronologis kami belum mengetahui secara pasti, kan kami juga tidak tahu. Kalau kita berikan sanksi nanti sifatnya sepihak. Pada prinsipnya akan diberikan pembinaan bagi anak maupun warga sekolah," katanya.

Kisworo juga mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya kejadian seperti kali ini, dan akan menunggu laporan lengkapnya terlebih dahulu.

Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di sebuah SMP di Ngawen, dan kejadian tersebut terjadi pada Hari Jumat (6/9/2019) saat pelajaran sedang berlangsung.

Kasiwon mengatakan saat itu sang anak kedapatan bermain gawai saat pelajaran berlangsung.

Nasib Malang Siswa yang Kakaknya Keroyok Guru, Terancam Dikeluarkan dari Sekolah, Ibu Jadi Tersangka

Terungkap Identitas Pemukul Guru, 3 Orang Beringas Cakar Astiah di Depan Murid, Kini Jadi Tersangka

Guru pun langsung menyita gawainya karena dalam peraturan sekolah tidak boleh bermain gawai saat pelajaran berlangsung.

"Karena ketahuan HP-nya lalu disita, anak tersebut tidak terima, lalu pulang dan kembali ke sekolah dengan membawa sebilah arit ke halaman sekolah. Bisa dikatakan murid tersebut emosi sesaat dan anak tersebut dalam keadaan sadar," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved