Torabika Jahe Susu Dukung Acara Sedeka‎h dan Nadran Gunung Jati Cirebon

Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati Cirebon tahun ini didukung oleh Torabika Jahe Susu.

Torabika Jahe Susu Dukung Acara Sedeka‎h dan Nadran Gunung Jati Cirebon
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Konferensi Pers Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati Cirebon yang didukung Torabika Jahe Susu. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tradisi Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati Cirebon, akan kembali digelar di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/9/2019).

Dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Astana setiap Bulan Muharram, sedekah bumi nantinya akan dimulai pada Sabtu pagi di Sungai Condong, dengan membawa sesajen hasil pertanian dan kepala kerbau sebagai lambang ucapan terima kasih atas hasil pertanian dan laut.

‎Berbeda dengan acara di tahun sebelumnya, Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati Cirebon kali ini menggandeng, salah satu produk minuman yang terbuat dari jahe merah dan memiliki tagline "Bikin Hangat Bikin Melek" yakni, Torabika Jahe Susu.

Nasional Sales Promotion Manager Torabika, Arif Friandi, mengatakan, PT Mayora khususnya produk kopi, menyadari  masyarakat di Kecamatan Gunung Jati sangat loyal terhadap produk Torabika dan tahun ini Torabika Jahe Susu bisa terlibat dalam acara tersebut.

"Acara ini merupakan program nasional dan dari acara sebelumnya yang datang lebih dari 25 ribu orang, nantinya kami sediakan ribuan minuman gratis. Karena Torabika Jahe Susu, dirasa cocok untuk masyarakat nelayan dan juga peziarah," kata Arif pada saat konferensi pers di Komplek Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/9/2019).

Selain itu, kata Arif, acara tersebut pun merupakan ajang silaturahmi antara pihak Torabika dengan pemerintah desa, sehingga seterusnya, Torabika bisa dapat turut andil dalam melestarikan budaya di Kabupaten Cirebon.

"Kami yakin sukses dan akan terus mensupport lebih maksimal lagi," katanya.

‎Kepala Desa Astana, Nuril, mengatakan, Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati di Desa Astana merupakan kegiatan rutin tahunan di Makam Keramat Gunung Djati dan melakukan kunjungan pula ke daerah Muarajati atau pesisir utara Kabupaten Cirebon.

Nuril menambahkan, selain ziarah, acara inti lain pada gelaran tersebut adalah‎ karnaval atau ider-ideran, di mana karnaval akan dimulai dari Desa Astana hingga Krucuk Kota Cirebon dengan melibatkan perwakilan desa di wilayah Gunung Jati.

"Ada 150 lebih kesenian atau ider-ideran‎, pokonya pada tanggal itu akan menjadi lautan manusia," katanya.

Tak hanya itu, kata Nuril, acara tersebut pun bertepatan dengan hajat Disbudparpora Kabupaten Cirebon yaitu Katon Tourism Expo, yang acara sedekah bumi ini akan dihadiri pula oleh ratusan turis asing.

"‎Mendongkrak wisata Desa Astana. Belum lagi acara ini pun masuk dalam even tahunan Kementerian Pariwisata," katanya.

Ketua Panitia Sedekah Bumi dan Nadran Gunun Jati Cirebon, Mashur, mengatakan, acara akan dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB, dimulai dengan prosesi ke Muara Jati dan diakhiri karnaval.

"Dilakukan karena alasan tradisi, memasarkan wilayah Gunung Jati kepada turis untuk datang ke cirebon," katanya.

Penjual Kopi Asal Cililin Ini Bisa Umrah Gratis Berkat Program Torabika Seruput Rezeki

Titip Amplop Undian ke Teman, Oden Raih Hadiah Umrah dari Kopi Torabika Duo

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved