Polisi Tangkap 6 Orang Pengibar Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara, Ini Peran Mereka

Penangkapan pertama dilakukan oleh Polda Metro Jaya terhadap Anes Tabuni dan Charles Kossay.

Polisi Tangkap 6 Orang Pengibar Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara, Ini Peran Mereka
KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI
Aksi demonstrasi mahasiswa Papua dengan membawa serta bendera Bintang Kejora di depan Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). Aksi serupa mereka lakukan di depan Istana Negara dengan tuntutan referendum untuk Papua. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membeberkan peran enam tersangka pengibar bendera bintang kejora di depan Istana saat demo pada Rabu Rabu (28/8/2019) lalu.

Penangkapan pertama dilakukan oleh Polda Metro Jaya terhadap Anes Tabuni dan Charles Kossay.

Argo Yuwono mengatakan peran Anes Tabuni sebagai pengibar bendera bintang kejora, orator dan pengerah massa aksi di depan Istana Merdeka.

Sedangkan peran Charles sebagai koordinator dan pengerah aksi.

"Penangkapan kedua di Polda Metro Jaya saat menggelar aksi protes perihal penangkapan dua rekannya. Diamankan pada 30 Agustus," ujar Argo saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019).

Kedua tersangka diantaranya, Ambrosius Mulait yang bertugas sebagai koordinator aksi dan Isay Wenda sebagai ketua penanggung jawab aksi.

Keduanya ditangkap saat aksi protes penangkapan dua rekannya di depan Polda Metro Jaya.

Kedua orang itu sempat bertemu penyidik dan meminta membebaskan dua orang rekannya yang ditahan.

Penyidik menjelaskan penahanan dua rekannya itu sudah sesuai aturan yang berlaku.

Penyidik menduga keduanya ikut melakukan tindakan makar, hingga akhirnya ikut ditahan polisi sesuai aturan dan prosedur.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved