Fakta-fakta Baru Cerita KKN Horor di Desa Penari yang Disebut Tewaskan 2 Mahasiswa Surabya
Cerita KKN Horor di Desa Penari Banyuwangi Jawa Timur sedang jadi obrolan di mana-mana, di dunia maya maupun di kehidupan nyata.
Fakta-fakta Baru Cerita KKN Horor di Desa Penari yang Disebut Tewaskan 2 Mahasiswa Surabya
TRIBUNJABAR.ID - Cerita KKN Horor di Desa Penari Banyuwangi Jawa Timur sedang jadi obrolan di mana-mana, di dunia maya maupun di kehidupan nyata.
Obrolan KKN Horor di Desa Penari Banyuwangi ini semakin seru karena memang ada cerita-cerita mistis di dalamnya.
Belum lagi cerita-cerita para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN Horor di Desa Penari yang membagikan pengalaman mistisnya.
• Di Sinilah SBY Kecil Tinggal, Rumah Siti Habibah dan R Soekotjo Sederhana, Kamarnya 1,5 X 3 Meter
Gunung Gumitir
Ada catatan bahwa sejak zaman dulu, jalan raya di Gunung Gumitir telah menjadi jalur penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.
Gunung Gumitir dipilih sebagai jalur penghubung, karena memiliki ketinggian paling rendah di antara deretan pegunungan yang lain, dari Gunung Raung (utara) hingga Gunung Kidul (selatan).
Asal mula kata Gumitir, gemitir, kumitir, atau kemitir merupakan nama tanaman Tagetes erecta yang memiliki bunga berwarna kekuningan.
Di Bali, bunga gumitir banyak digunakan untuk membuat sesajen (canang sari). Dalam kepercayaan Jawa kuno, alang-alang kumitir merupakan nama kahyangan dari Sang Hyang Wenang.
Legenda yang beredar di masyarakat Banyuwangi, nama gumitir berasal dari kisah Damar Wulan.
Setelah Damar Wulan berhasil membunuh dan memenggal kepala Menak Jinggo, ia bertemu Layang Seta dan Layang Kumitir, putra kembar patih Logender, di tengah jalan. Keduanya berhasil menipu Damar Wulan dan merampas kepala Menak Jinggo.
• Guru PNS Lancarkan Aksi Bejat ke Murid SD dengan Cara Aneh, 10 Korban, Bagian Tubuh Ini yang Disasar
Gunung tempat keduanya menipu Damar Wulan akhirnya dikenal dengan nama Gunung Kumitir atau Gunung Gumitir.
Menariknya, pada masa penjajahan Jepang, serdadu Dai Nippon membangun sebuah gua untuk mengawasi jalur kereta api yang melintasi Gunung Gumitir. Gua Jepang tersebut terletak sekitar 100 meter dari Watu Gudang, terbuat dari beton tebal dengan ukuran sekitar 6 m × 8 m.
Alas Dadapan
Masih menurut catatan di wikipedia, wilayah Desa Dadapan didominasi lahan pertanian.