Video Mesum Garut

Kasus Video Vina Garut , Polisi Kembali Tetapkan Tersangka, Sudah 3 Tersangka, 2 Lagi Masih Diburu

Polres Garut kembali menetapkan seorang tersangka kasus Video Vina Garut berinisial B alias W. Total sudah ada tiga

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Petugas Satreskrim Polres Garut memeriksa seorang tersangka kasus Video Vina Garut berinisial B alias W, Jumat (16/8/2019). 

Ia melihat admin di akun twitter itu menjual video lengkap seharga Rp 50 ribu.

"Teman saya juga sudah banyak yang nge-share. Bahkan dari Bandung dan daerah lain juga ramai," ucapnya.

Akun twitter 'Berbagi File Gratis' meminta bayaran pulsa sebesar Rp 50 ribu untuk mendapatkan semua video.

Polisi Tangkap 4 Pemuda Mabuk Oplosan Obat Batuk, TKP Sering Digunakan Pesta Miras Waria

Akun Twitter yang menjual video Vina Garut.
Akun Twitter yang menjual video Vina Garut. (Tangkapan Layar Twitter)

Totalnya ada 44 video aksi mesum yang bisa didapat.

Nantinya admin akun twitter itu akan memberi link google drive kepada pembeli video.

Puluhan video itu merupakan aksi gangbang yang diberi nama 'Vina Garut'. Terdapat dua part video. Masing-masing part, terdiri dari 22 video.

Agar calon pembeli percaya, admin akun twitter itu juga menyertakan testimoni dari orang yang telah membeli video.

"Beberapa testi pembelian video vina garut. Yang masih minat, silahkan DM," tulis admin sembari menyertakan foto testimoni.

Farhan (37), warga Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota menyebut iseng dan mencoba membeli video lengkapnya. Ia pun mengirim pulsa kepada admin tersebut.

Umuh Muchtar Pencoretan dan Penambahan Pemain Persib Bandung Murni Keinginan Pelatih

Video mesum Vina Garut. Para pelaku sudah ditangkap polisi.
Video mesum Vina Garut. Para pelaku sudah ditangkap polisi. (screenshot)

"Dia lalu kasih link di google drivenya. Kalau yang beredar kan cuma dua video. Karena beli, jadi ada 44 video," ujar Farhan.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebut masih menelusuri penyebar video tersebut. Budi menyebut ada lebih dari satu video yang beredar.

"Masih kami dalami juga soal videonya. Kami lacak dulu pelakunya. Biar ketahuan hubungannya antara pelaku dan penyebar video," kata Budi. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved