Lapak PKL Cicadas Gaya Baru Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya tapi PKL Menerima Demi Estetika

Rokajah (53) seorang pedagang aksesoris di Cicadas tepatnya di lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas, Kota Bandung

Lapak PKL Cicadas Gaya Baru Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya tapi PKL Menerima Demi Estetika
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
PKL Cicadas Gaya Baru 7 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rokajah (53) seorang pedagang aksesoris di Cicadas tepatnya di lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas, Kota Bandung mengatakan ada pengurangan ukuran lapak di PKL  Cicadas Gaya Baru setelah ditata oleh Pemkot Bandung, Kamis (15/8/2019).

Wanita yang tinggal di wilayah Sukalaksana, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong tersebut mengaku, awalnya sebelum ditata, lapaknya berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

Setelah ada rencana penataan, dijanjikan 1,5 meter x 1 meter, namun setelah lapak baru tiba dari suatu perusahaan swasta, hanya berukuran 1 meter x 1, 5 meter dan tinggi 2,5 meter.

Lapak tersebut didominasi warna merah dan kombinasi biru. Bagian belakang dinding lapak yang mengarah ke Jl A Yani, dilapis bahan jaring berbahan kawat, sehingga pedagang maupun pengendara yang lewat, bisa terlihat.

Lapak yang terpasang berjumlah empat lapak yang akan dihuni 16 pedagang. Empat lapak tersebut memiliki atap dan dinding. Sementara, di sebarang lapak Rokajah ada satu meja yang memiliki warna yang sama tanpa atap dan dinding.

Papi Baran , ASN Pemkot Bandung Ini Siap Gebrak Musik Dangdut Indonesia dengan Single Pacar Tomat

Rokajah menjelaskan, bahwa setiap dia membuka lapaknya dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sebelum ditata, barang dagangannya bisa ditinggal di lapak, namun setelah ditata, ia terpaksa membawa beberapa barang dagangannya ke rumah karena laci yang tersedia tidak cukup.

Wanita yang sudah 25 tahun berdagang di Cicadas tersebut menginginkan lapaknya sedikit lebih luas, namun karena alasan untuk estetika dan terdapat vas bunga, Ia bisa menerima kesepakatan tersebut.

PKL Cicadas Gaya Baru 9
PKL Cicadas Gaya Baru 9 (Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik)

Hanya berjarak tiga meter dari lapaknya, terdapat lapak yang dihuni oleh Maman (53) yang menjabat sebagai Ketua II PKL Cicadas.

Ia mengatakan, memang benar ada pengurangan ukuran luas dari masing-masing lapak, namun hal tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pedagang dan pemerintah.

"Semua sudah menerima dan itu hasil kesepakatan, karena alasannya adalah untuk keindahan (estetika). Nantinya kan ada vas bunga dan kursi untuk pejalan kaki," kata Maman kepada Tribun Jabar.

Pria pedagang aksesoris yang sudah 30 tahun berjualan di PKL Cicadas, mengatakan bahwa untuk lapaknya, akan dibongkar kira-kira setelah 17 Agustus.

Ini Dia 5 Kemudahan dari GrabBike untuk Pejuang AntiNgaret, Catat Titik Penjemputan di Bandung

Warga Antapani Raya ini mengatakan bahwa beberapa hari lagi Ia akan membongkar lapaknya untuk ditata menjadi lapak yang baru.

Jika ada rencana relokasi, mereka setuju, asalkan tidak jauh dari lapak yang saat ini dihuni. Ia menceritakan pengalamannya pada tahun 1996 sebelum krisis moneter, bahwa mereka pernah direlokasi ke Kecamatan Kiaracondong, namun pembelinya berkurang drastis bahkan ada yang bangkrut.

"Setelah ditata seperti ini, harapannya wilayah ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata
perbelanjaan. Semakin ramai, laris, dan banyak pengunjung," katanya.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved