Puluhan Siswa Difabel dan Kurang Mampu Terharu Dapatkan Bantuan Alat Sekolah dan Pengobatan Gratis

Ketua YKKJRK Petrus Adamsantosa, mengatakan kegiatan baksos dan pengobatan gratis itu diikuti sebanyak 70 siswa difabel mulai dari SD, SMP dan SMA

Puluhan Siswa Difabel dan Kurang Mampu Terharu Dapatkan Bantuan Alat Sekolah dan Pengobatan Gratis
Istimewa
Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha ( PADMA) kembali memberikan uluran tangan kepada kaum difabel dan siswa kurang mampu, Sabtu (27/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) kembali memberikan uluran tangan kepada kaum difabel dan siswa kurang mampu. Bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha ( PADMA), YKKJRK menggelontorkan bantuan berupa alat-alat kebutuhan sekolah hingga sepatu kepada puluhan murid difabel dan kurang mampu dalam bakti sosial dan pengobatan gratis yang digelar di Rumah Bhineka atau Rumah Singgah di Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Ketua YKKJRK Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa dalam kegiatan baksos dan pengobatan gratis itu diikuti sebanyak 70 siswa difabel mulai dari SD, SMP dan SMA yang disertai sebanyak 61 orang tua pengantar. 

"Total peserta dari kalangan sekolah ini ada sebanyak 131 orang yang memperoleh bantuan, baik berupa bantuan seragam sekolah, sepatu, hingga tas sekolah, hingga pengobatan gratis dari rekan-rekan dokter Tim PADMA," ujar Adam yang juga sekaligus pemilik Javaretro Suite Hotel. 

Para peserta yang memperoleh bantuan ini berasal dari beberapa wilayah dan sekolah seperti dari SLB NA Citeureup, SLB Pramabhakti Mulya, SLB C Cicendo, dan SLB C Cipaganti. 

185 Siswa SLB dan Keluarga Tak Mampu Mendapat Santunan dan Pengobatan Gratis dari YKKJRK dan PADMA

Mereka merupakan para difabel atau anak dari keluarga penderita difabel serta kurang mampu. Jumlah tersebut, menurut Adam, belum termasuk tambahan 40 orang dari kalangan tunawisma yang berasal dari area Cipedes (belakang PVJ).

Adam mengatakan bahwa dalam baksos kali ini, pihaknya memang menambah materi bantuan yaitu berupa tas sekolah disamping bantuan yang sudah rutin diberikan yaitu berupa seragam dan sepatu.

Hal ini ditujukan agar anak-anak difabel dan kurang mampu memiliki semangat untuk sekolah dan menimba ilmu.

Adam menambahkan bahwa kriteria bagi penerima bantuan ini juga ketat, di samping penderita difabel, penerima bantuan juga adalah termasuk anggota keluarga yang penghasilan orang tuanya di bawah UMR. Tentunya jika orang tuanya sudah tiada, atau yang bersangkutan yatim piatu, maka kriteria tersebut tidak berlaku.

Ini terjadi pada 10 orang dari penerima bantuan, dimana mereka adalah yatim piatu dan saat datang mereka berbarengan dengan teman mereka atau dengan kerabat keluarga nya.

"Maka kami sangat berharap bahwa bantuan yang kami berikan akan sangat bermanfaat. Karena pada dasarnya, dari kaum difabel dan kurang mampu ini juga kerap lahir siswa-siswi berprestasi yang bisa mengangkat nama daerah," kata Adam.

YKKJRK dan PADMA Menggelar Baksos dan Berikan Santunan Baju Lebaran untuk Kaum Tidak Mampu

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari kaum difabel, Restu, mengatakan bahwa dia dan seluruh penerima bantuan seragam, sepatu dan tas gratis dari YKKJRK dan penerima pengobatan gratis dari tim kedoketeran PADMA, sangat merasa bersyukur karena selalu mendapat perhatian dari YKKJRK dan PADMA terkait kebutuhan sekolah dan kesehatan mereka.

"Kami semua merasa sangat terharu bahwa ada yayasan seperti YKKJRK dan PADMA yang terus-menerus tanpa henti menggelontorkan bantuan terhadap kami, kaum kurang mampu dan para difabel,  baik kebutuhan sehari-hari maupun pengobatan gratis. Sejauh ini masih sangat jarang ada yayasan yang mau secara rutin memberikan uluran tangan bantuan seperti ini. Untuk itu kami sangat berterimakasih kepada Bapak Adam selaku Ketua YKKJRK dan dr Adrian sebagai Ketua Tim PADMA. Kami jelas merasa sangat terbantu sekali," ujar Restu.

YKKJRK bersama PADMA memang selalu menggelar kegiatan rutin bakti sosial dan pengoatan gratis kepada kaum difabel dan kurang mampu. Harapn utama kegiatan ini, seperti diungkapkan Adam, adalah akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para penerima bantuan. (kemal setia permana)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved