Kamis, 14 Mei 2026

Kembangkan Ekobrik, Pria di Rancaekek Bandung Ini Sulap Ribuan Botol Plastik Jadi Perahu dan Kursi

Dari botol plastik berisi sampah plastik sisa makanan hingga kresek, Nana Mulyana mampu membuat kursi dan meja. Dari botol plastik, ia buat perahu.

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Nana Mulyana (42), warga Kecamatan Rancaekek, membuat meja dan kursi dari botol-botol plastik dan sampah-sampah plastik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Nana Mulyana (42), warga Kecamatan Rancaekek, sejak 2015 bergumul dengan sampah.

Pada 2017, terinspirasi tayangan di internet tentang seni berbahan plastik, Nana memberanikan diri memanfaatkan sampah plastik dengan ekobrik.

Ekobrik dikenal di kalangan pecinta lingkungan sebagai usaha pemanfaatan botol plastik yang tidak terpakai.‎

Sejak dua tahun terakhir, Nana Mulyana bersama istri dan sejumlah pelajar, memasukkan tiap potongan sampah plastik ke dalam botol bekas minuman.

Tidak hanya satu tapi ratusan bahkan ribuan botol. Setiap botol yang sudah dijejali plastik ditutup kembali dengan rapat sehingga memiliki massa.

Kemudian, Nana Mulyana susun dan gabungkan setiap botol itu menggunakan lem hingga membentuk satu bidang.

Dari botol plastik berisi sampah plastik sisa makanan hingga kresek, Nana Mulyana mampu membuat kursi dan meja. Beberapa sempat ia jual ke sebuah puskesmas.

MPLS di Purwakarta Diarahkan Agas Siswa Peduli Kebersihan, Terutama Bahaya Sampah Plastik

Di Tasik, Menteri Susi Ingatkan Soal Viralnya Sampah Plastik yang Masih Utuh Usai 19 Tahun Dibuang

Nana mengatakan, ekobrik merupakan proses panjang tentang kecintaan pada lingkungan, ketekunan, hingga kreativitas.

"Saya buat meja dan kursi dari botol berisi sampah‎ yang saya susun. Setiap botol yang disusun direkatkan menggunakan lem membentuk sebuah bidang, dan saya bentuk jadi kursi," ujar Nana saat ditemui di kediamannya, Selasa (23/7/2019).

Ia menyebut butuh ketekunan dalam proses ekobrik, terutama memasukkan sampah plastik ke dalam botol hingga padat. Sekilas tampak sederhana dan mudah tapi fakta yang terjadi justru sebaliknya.

"Memasukkan sampah plastik ke botol air mineral ukuran 1,5 liter itu bisa butuh waktu 1 jam. Harus sampai padat sehingga botol itu memiliki massa," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Camat Rancaekek Baban Banjar rupanya sedang melihat Nana dan para pelajar SMA memasukkan sampah plastik ke dalam botol.

"Saya asalnya sendirian saja. Saya cerita ke pak camat, dia respon, gayung bersambut. Akhirnya saya didukung dan saya semangat ‎untuk membuat ekobrik," ujar Nana.

Untuk membuat satu kursi bentuk sofa untuk satu orang, dibutuhkan sekita‎r 300 hingga 500 botol. Setiap botolnya harus dipadatkan, bisa saja memakai pasir atau benda lainnya yang memiliki massa sehingga, saat diduduki, kursinya kokoh.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved