Di Tasik, Menteri Susi Ingatkan Soal Viralnya Sampah Plastik yang Masih Utuh Usai 19 Tahun Dibuang

Saat berkunjung ke Pesantren Kota Tasikmalaya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik

Di Tasik, Menteri Susi Ingatkan Soal Viralnya Sampah Plastik yang Masih Utuh Usai 19 Tahun Dibuang
Tribun Jabar/Isep Heri
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat berfoto bersama para santri Ponpes Al Munawar Pasir Bokor, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Saat berkunjung ke Pesantren Al Munawar Pasir Bokor, Kota Tasikmalaya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

Susi mengingatkan saat ini tengah viral foto sampah plastik bungkus Indomie bertuliskan "Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku" yang ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Foto sampah plastik itu ramai diperbincangkan karena diduga berusia sekitar 19 tahun.

"Seluruh rakyat Indonesia berkewajiban untuk mengurangi jumlah sampah di laut. Meski yang di Tasik inj jauh dari laut, tetap saja kalau buang ke saluran air akan sampai ke laut," kata Susi, di Tasikmalaya, Senin (8/4/2019).

"Kita bisa mengurangi pemakaian kantong plastik. Ingat kan saat ini viral bungkus mie yang sudah puluhan tahun di laut masih utuh. Plastik butuh ratusan tahun untuk diuraikan," lanjutnya.

Berkunjung ke Pesantren di Tasikmalaya, Susi Pudjiastuti: Tidak Makan Ikan, Tenggelamkan!

Terlebih, lanjut Susi saat ini Indonesia penyumbang sampah plastik ke 2 di dunia.

"Kita harus malu sebagai bangsa yang muslim terbesar apalagi kebersihan sebagian iman," ujarnya.

Menteri Susi mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian sedotan.

"Seperti bayi saja pake sedotan. kalau minum air kelapa misal sudah digelasin pake sedotan juga, duh," lanjutnya.

Susi juga mengajak masyarakat di Tasikmalaya untuk menggunakan kembali kantong kerajinan yang tidak sekali pakai.

"Kerajinan kita berupa anyaman di Jepang jadi barang mahal, padahal itu dulu kita pakai dan buat waktu belanja ke pasar. Tapi sekarang kita malah pakai plastik," sebutnya.

"Saya mohon kesadaran kita semua untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai," harapnya.

Pasca Banjir Bandang, Siswa dan Guru SDN 106 Ajitunggal Cijambe Kota Bandung Butuh Pemulihan Trauma

4 Desa Terendam Banjir Akibat Air Sungai Cimanuk Meluap, Polisi Bangun Bendungan Darurat

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved