Tribun Health
Dijadikan Bahan Kolak Candil Saat Ramadhan, Berikut Manfaat Ubi Jalar, Bisa Cegah Kanker
Ubi jalar dijadikan bahan kolak candil sebagai menu berbuka puasa, ternyata memiliki banyak manfaat. Berikut manfaat ubi jalar bagi kesehatan.
Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID BANDUNG - Ubi jalar atau ubi merah sudah lama menjadi bahan utama untuk membuat kolak candil.
Saat Ramadhan, ubi jalar banyak dicari lantaran menjadi bahan utama pembuat kudapan berbuka puasa.
Rasanya yang manis alami tentu cocok menjadi bahan membuat candil dalam kolak sebagai menu berbuka puasa.
Ubi jalar juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, serta memiliki banyak nutrisi.
Sejak diciptakannya kolak, ubi jalar sudah menjadi bahan utama dan khas untuk membuat kolak.
Kolak yang saat itu dijadikan sarana sebagai penyebaran Islam di Nusantara, menjadikan ubi sebagai bahan yang khas yang ada di kolak.
Ubi dalam kolak ini memiliki makna dan filosofinya.
Makna dan filosofi tersebut bahwa umat Islam harus ingat suatu saat pasti akan seperti ubi.
Seperti ubi di sini dimaksudkan akan dikubur di dalam tanah ketika kematian datang.
Sehingga para wali menganjurkan umat muslim untuk bertaubat di setiap sendok kolak yang dimakan.
Pasalnya, kematian mungkin saja akan datang dengan mudah seperti menyantap kolak.
Selain memiliki makna dan filosofi, apa saja manfaat ubi jalar? berikut penjelasan yang dikutip Tribunjabar.id dari berbagai sumber.
1. Mencegah kanker
Ubi jalar mengandung beta karoten sehingga bermanfaat dalam mencegah kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa beta karoten dapat menurunkan penyakit kanker seperti lambung, payudara, dan ginjal.
2. Kekebalan tubuh
Beta karoten pada ubi jalar juga datat meningkatkan kekebalan tubuh.
Zat yang bekerjasama dengan vitamin C ini mampu meningkatkan kekebalan tubuh.
Selain itu, dua zat tersebut memiliki sifat antioksidan untuk membentuk kombinasi nutrisi yang kuat.
Sehingga meduanya mampu mendukung peningkatan kekebalan tubuh.
3. Melancarkan sistem pencernaan
Ubi jalar memiliki kandungan serat yang tinggi.
Kandungan serat tersebut mampu membantu sisten pencernaan menjadi lebih baik dan mencegah terjadinya sembelit.
4. Baik bagi penderita diabetes
Ubi jalar dapat mengurangi kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, berdasarkan studi penelitian.
Ubi jalar juga dpat mengurangi resistensi sel terhadap insulin dan menurunkan kadar HbA1C dalam darah yang meningkat pada penderita diabetes.
5. Menurunkan tekanan darah
Ubi jalar dapat meningkatka asupan kalium, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Namun disarakan untuk mengolah ubi jalar dengan tidak menambahkan garam secara berlebihan.
Hal tersebut dikarenakan garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Selain manfaat yang didapat jika mengkonsumsi ubi jalar, adapun berbagai nutrisi yang dikandungnya.
Ubi jalar banyak mengandung vitamin A. Ubi jalar juga menyediakan 37 persen kebutuhan akan vitamin C.
Ubi jalar berukuran sedang yang sudah dipanggang mengandung 105 kalori, sehingga cocok bagi yang sedang melakukan program diet.
Kandungan nutrisi lain pada ubi jalar yaitu 25 persen mangan, 14 persen vitamin B6, dan 9 persen kalium.
Berikut kandungan nutrisi lain yang tak kalah penting dalam ubi jalar.
1. Kolin
Kolin merupakan zat yang serbaguna dan dapat membantu proses kimiawi dalam sel saraf.
Selain itu, kolinjuga bermanfaat membantu penyerapan lemak, serta mempertahankan struktur membran sel.
Kolin bermanfaat dalam membantu gerakan otot, bahkan, ekstrak ubi jalar juga sebagai antiradang dan penangkal radikal bebas.
2. Beta karoten
Zat beta karoten memberikan warna cerah pada ubi, juga berperan untuk menunda penuaan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit, seperti jantung, kanker, dan asma.
Beta karoten dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A, sehingga dapat membantu mencegah dan memperbaiki kerusakan mata.
Selain itu, daoat mecegah kerusakan saraf, dan memperkuat kekebalan tubuh.
3. Serat dan kalium
Ubi jalar berukuran sedang mengandung 4 gram serat dan 438 mg kalium.
Dua zat tersebut tak hanya dikandung oleh ubi jalar saja, tapi terkandung juga dalam ubi coklat, ungu, atau kuning.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ubi-ung-yang-lezat_20161031_194327.jpg)