Pilpres 2019
Fahri Hamzah Nilai Kampanye Capres Cawapres Masih Saling Sindir Nggak Penting
Fahri Hamzah menilai kampanye yang dilakukan pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno memunculkan gimik dan saling sindir
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai kampanye yang dilakukan pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 masih memunculkan gimik dan saling sindir antarkedua pasangan tersebut yang dinilai tidak penting dan tidak berkontribusi positif terhadap pendewasaan demokrasi di Indonesia.
Kampanye mereka belum menyentuh isu mengenai inti permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
"Saya mendorong kedua pasangan untuk berkampanye lebih baik lagi. Tidak mengedepankan gimik-gimik dan saling sindir yang sangat jauh dari substansi yang diinginkan masyarakat," ujar Fakhri dalam acara Talkshow Garbi Night Jabar, di Teater Terbuka Dago Tea House, Kamis (22/11/2018) malam.
Menurut Fahri, kedua pasangan tersebut seharusnya memberikan pencerahan dan solusi kepada masyarakat dalam setiap kampanyenya.
Sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman tentang perbedaan kedua kandidat tersebut.
"Bantu masyarakat untuk bisa membedakan kalian berdua. Paparkan ide-ide yang terasa manfaatnya dan penting bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, memberikan tontonan yang tidak penting dan tidak bermutu bagi masyarakat," ujarnya.
Substansi penting yang belum tersentuh, katanya, malah membuat mereka saling lapor kepada pihak yang berwajib.
Hal ini disebabkan perdebatan yang terjadi bukan mengenai gagasan, tapi tentang karakter.
Fahri mengatakan saat ini masyarakat membutuhkan jawaban atau solusi mengenai berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, mulai dari ketimpangan ekonomi, pengangguran, penyelesaian konflik, korupsi, narkoba, pendidikan, sampai BPJS Kesehatan yang diambang kebangkrutan.
"Itu yang harus dijawab. Apakah mereka mampu memimpin dengan mempertahankan BPJS Kesehatan tetap ada. Bukannya ngomong sontoloyo atau genderewo, apa manfaatnya bagi masyarakat," katanya.
• Acara Puncak Festival Film Bandung 2018 Digelar Besok di Gedung Sate
• Doa Gempi untuk Gisel dan Gading yang Buat Warganet Terharu, Tuhan, Lindungi Papa Mama
• Link Live Streaming Persib Bandung Vs Perseru Serui, Maung Bandung Akan Tuntaskan Tiga Misi
Fahri pun mendesak KPU untuk membuat regulasi teknis untuk menggelar diskusi supaya bisa menggali gagasan kedua pasangan ini.
Fahri sangat mengapresiasi acara Garbi Night yang bisa menjadi ajang untuk menyampaikan ide dan gagasan sekaligus mencari solusi permasalahan yang sedang dihadapi bangsa saat ini.
"Garbi Night ini adalah tradisi berpikir dan berdiskusi anak-anak muda yang sangat positif. Ini sebuah kebangkitan yang harus ditampung dan bagian dari perkembangan zaman," katanya.
Ditemui terpisah, Sekum DPW Garbi Jabar, D Musaddad R, mengatakan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) lahir dilandasi gagasan besar Anis Matta.
Bersama dengan beberapa orang yang memiliki visi dan misi, maka akhirnya Garbi dibentuk sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan.
"Gagasan besar itu salah satunya akan mewujudkan Indonesia masuk dalam kekuatan lima terbesar di dunia. Untuk bisa memenuhi target tersebut, maka diperlukan kemandirian ekonomi, kekuatan militer, dan menguasai teknologi," katanya. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakil-ketua-dpr-ri-fahri-hamzah-di-teater-terbuka-dago-tea-house.jpg)