Lima Alasan Pemilu 2019 Lebih Rumit Dibanding Pemilu 2014
Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq menilai pemilu 2019 akan lebih rumit daripada pemilu sebelumnya. Ini alasannya.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemilu 2019 secara serentak akan digelar 17 April 2019.
Secara teknis, pelaksanaan Pemilu 2019 lebih rumit dibandingkan Pemilu 2014.
Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq mengatakan ada lima alasan pemilu 2019 lebih rumit.
1. Digelar Serentak
Pemilu 2019, baik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden digelar di hari yang sama.
"Dulu, kan, pileg dulu, baru tiga bulan kemudian pilpres. Sekarang disatukan di hari yang sama," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kamis (15/11/2018).
2. Banyaknya surat suara
Karena pileg dan pilpres digabungkan, maka surat suara yang harus dicoblos pemilih pun banyak, yaitu lima lembar.
Kelima lembar tersebut untuk memilih DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, DPD RI, dan presiden.
3. Perlu lima kotak suara
Karena ada lima surat suara yang dicoblos, maka jumlah kotak suara pun berjumlah lima di setiap TPS.
Pemilih harus teliti saat memasukan surat suara agar surat suara masuk ke kotak yang tepat.
4. Dapil dan parpol bertambah
Pembagian daerah pemilihan pada pemilu 2019 lebih banyak dibanding pemilu 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/logistik-suara_20181105_142611.jpg)