Selasa, 5 Mei 2026

Hindari Sakit Leher, Begini Cara Menggunakan Bantal yang Sehat untuk Tidur

Sebenarnya, bagaimana penggunaan bantal yang sehat ketika kita tidur? Penggunaan bantal ternyata tergantung pada posisi tidur.

Tayang:
Editor: Yongky Yulius
telegraph.co.uk
ilustrasi tidur 

TRIBUNJABAR.ID - Sebenarnya, bagaimana penggunaan bantal yang sehat ketika kita tidur?

Penggunaan bantal ternyata tergantung pada posisi tidur.

Ada yang terlentang, tengkurap, hingga miring.

Saat tidur dengan posisi miring pastikan tulang belakang di leher sudah lurus.

Prinsipnya, yang penting telah segaris dan pastikan leher tidak miring.

Sedangkan bila tidur terlentang kita harus membuat sedikit lengkungan pada kepala dan punggung yang disebut kifosis.

Lengkungan leher akan terlihat dan posisi tidur kita dapat dibilang benar.

Pastikan juga belakang kepala atau oksiput kita untuk segaris dengan lekukan punggung saat tidur.

Bentuk kepala juga bisa berpengaruh terhadap bantal.

Akibatnya ada yang butuh dua tumpuk bantal untuk meluruskan leher, tetapi ada juga yang tidak memerlukan bantal sama sekali.

Ini 6 Bahaya Jika Anda Tidur Sambil Nyalakan Kipas Angin yang Mengarah ke Badan

Bantal pun sebenarnya juga bisa berbeda-beda.

Ada bantal tipis, ada yang tebal.

Akan tetapi yang jelas, keras atau empuknya bantal sesungguhnya tidak berpengaruh kepada posisi tidur yang baik.

Kalau misalnya tulang punggung dan leher sudah segaris tanpa bantuan bantal, maka hal itu sudah cukup.

Pada kasus tertentu, muncul kondisi khusus pada kepala, leher, dan punggung yang akan mengganggu postur.

Misalnya, malah mendangak apabila menggunakan bantal.

Karena itu, sebaiknya dipastikan terlebih dulu, apakah penggunaan bantal malah mengubah postur lurus kita.

Kadang ada saja kasur yang sudah bisa menopang atau mengatur sendaran kepala kita agar sejajar dengan punggung saat tidur terlentang atau tulang belakang yang lurus saat tidur posisi miring.

Bantal leher sebenarnya juga bagus karena menopang lengkungan leher, tapi pastikan agar kepala tidak terlalu mendongak.

Saat kita tidur dan merasa tidak nyaman atau sakit, maka sudah pasti posisi tidurnya salah.

Coba Minum Air Jeruk Nipis Campur Garam Setiap Bangun Tidur, Ini yang Bakal Terjadi Pada Tubuh

Sedangkan saat kita tidur dan tidak merasakan rasa sakit, juga tidak menjamin posisi tidur kita telah benar.

Bisa saja sebenarnya sudah ada atau tanda-tanda awal dan baru akan benar-benar terasa sakit apabila posisinya terus salah.

Untuk bisa memastikan apakah posisi kita sudah lurus dan benar saat tidur, adalah dengan  memegang kepala bagian belakang atau leher.

Bisa dipegang sendiri atau dengan bantuan orang lain.

Bagi orang-orang yang memiliki penyakit pengapuran, posisi tidurnya harus sedikit fleksibel atau ke arah depan.

Tapi jangan berlebihan. 

Beda cerita dengan misalnya saraf kejepit karena Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) yang disebabkan oleh bantalan di tulang belakang.

Posisi tidur justru harus sedikit ke belakang.

Posisi tidur terbaik sebenarnya adalah menyamping.

Pada posisi itu, saat dada mengembang, kita tidak perlu melawan gravitasi dan vektornya nol.

Posisi terlentang justru tidak baik, karena tulang iga harus melawan gravitasi.

Selain itu posisi terlentang akan menyebabkan kepala kita mendongak.

Akibatnya saluran pernapasan berupa trakea dan laring menyempit sehingga membuat kita mengorok.

Posisi tidur tengkurap sebenarnya bagus karena tulang iga tidak melawan gravitasi.

Hanya saja, posisi ini akan mengganggu pernapasan karena dada terlalu ditekan. (Bramantyo – Intisari April 2017).

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved