Breaking News:

Tim Muhibah Anklung

Cerita Anggota Tim Muhibah Angklung Selama di Eropa

"Enggak masalah ngamen, karena niat saya ke sana melestarikan budaya sendiri. Banyak pelajaran yang bisa diambil, kita tuh lebih dapat untuk bersatu,"

Tribun Jabar/ Yongky Yulius
Ketua Tim Muhibah Angklung Maulana, Paguyuban Pasundan, Muhammad Syuhada (41) (kanan), konduktor tim, Irma Noerhaty (45) (tengah), dan anggota tim, saat ditemui Tribun Jabar sekitaran Jalan Batik Tiga Negeri, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Kamis malam (2/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Tim Muhibah Angklung, Paguyuban Pasundan, Bandung membawa sejumlah cerita menarik saat pulang ke Indonesia.

Tim Muhibah Angklung, akhirnya pulang ke tanah air pada Selasa (31/7/2018) setelah melakukan perjalanan sekira satu bulan di Eropa untuk mengikuti tiga festival dan harus ngamen untuk menutupi kekurangan biaya.

Yohan Ferry (16), anggota tim yang berasal dari SMAN 20 Bandung, mengatakan, pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dia mengikuti festival pertama di Aksehir, Turki pada 4-10 Juli 2018.

"Di sana dapat teman dari negara lain. Di sana kami bisa saling ngasih tahu keunikan negara masing-masing, kenalin tari masing-masing," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar sekitaran Jalan Batik Tiga Negeri, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Bandung, Kamis malam (2/8/2018).

Anggota yang sudah bergabung dengan Tim Muhibah Angklung sejak setahun yang lalu ini, mengatakan, dia memilih ikut ke Eropa karena ingin membanggakan orang tua dan mengenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Tim Muhibah Angklung, Paguyuban Pasundan saat
Tim Muhibah Angklung, Paguyuban Pasundan saat "ngamen" atau mengadakan konser jalanan di Postdam (Istimewa)

Diana Novita Perkenalkan Tarian Tradisional Hingga Ke Eropa

Dia juga tak keberatan saat tim harus ngamen atau mengadakan konser jalanan untuk menutupi kekurangan biaya.

"Enggak masalah ngamen, karena niat saya ke sana melestarikan budaya sendiri. Banyak pelajaran yang bisa diambil, kita tuh lebih dapat untuk bersatu. Rasa solidaritas makin nyatu, bisa belajar gimana cara ngelewatin masalah tanpa harus ribet, asal niat dari hati untuk menyelesaikannya," ujar Yohan yang tinggal di kawasan Padasuka.

Anggota lainnya, Khoerunnisa Fiqriyah (18), mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2018, juga punya cerita menarik selama di Eropa.

Perempuan yang tinggal di sekitar Jalan Aceh ini pada saat berangkat ke Eropa masih harus merasakan cemas karena pengumuman tes masuk Unpad belum diumumkan.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved