Selasa, 21 April 2026

Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Penataan Gedung Sate, Singgung Keberadaan Hotel Pullman

Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi mengenai penataan Gedung Sate yang menelan anggaran Rp15 miliar, singgung keberadaan Hotel Pullman.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Lembur Pakuan
PENATAAN GEDUNG SATE: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat membeberkan klarifikasi soal penataan Gedung Sate dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anggaran Tahun 2027, dikutip (20/4/2026). - Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi mengenai penataan Gedung Sate yang menelan anggaran Rp15 miliar, singgung keberadaan Hotel Pullman. 

Ringkasan Berita:
  • Klarifikasi: Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proyek Plaza Gedung Sate bukan pembangunan gedung baru, melainkan perluasan dan penataan halaman depan Gedung Sate.
  • Kritik Tata Kota: Gubernur mengkritik keberadaan Hotel Pullman di kawasan Gasibu yang dinilai lebih menyalahi aturan tata kota dan aspek heritage karena tingginya melebihi Gedung Sate.
  • Renegosiasi Aset: Dedi Mulyadi menginstruksikan untuk renegosiasi nilai sewa aset-aset Pemprov yang dikelola dengan pihak swasta, termasuk Hotel Pullman.

TRIBUNJABAR.ID - Rencana penataan Gedung Sate yang mencuat pada awal April 2026 masih menjadi perbincangan publik.

Diberitakan sebelumnya, penataan tersebut merupakan satu di antara perencanaan proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang disebut Plaza Gedung Sate.

Direncanakan proyek tersebut menganggarkan dana Rp15 miliar.

Mengenai pemberitaan tersebut, Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anggaran Tahun 2027, beberapa waktu lalu.

Mulanya Dedi Mulyadi menyentil Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajarannya agar berkomunikasi dengan masyarakat menggunakan bahasa sederhana.

Baca juga: Gagasan Dedi Mulyadi Usulkan Pembangunan Underpass Jalan Pasteur ke Pemkot Bandung Solusi Kemacetan

Terkait hal itu, Dedi Mulyadi mencontohkan polemik dan pemberitaan yang jadi perbincangan yaitu mengenai rencana penataan Gedung Sate.  

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proyek penataan Gedung Sate itu hanya menyasar halaman saja. 

Ia menegaskan disebut Plaza bukan berarti pembangunan gedung seperti mal, melainkan perluasan halaman Gedung Sate.

“Jadi pengumumannya akan dibangun Plaza, karena pemahaman masyarakat kalau Plaza itu adalah bangunan, cukup saja: Halaman Gedung Sate akan diperluas sehingga halaman Gasibu dan Gedung Sate menyatu, menjadi satu kesatuan yang tidak terpisah,” papar Dedi Mulyadi.

Kemudian, Dedi Mulyadi menjelaskan penataan ini akan menjadikan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.
 
Nantinya Jalan Diponegoro yang lurus melintang di depan Gedung Sate, akan dialihkan melingkari wilayah Gedung Sate bagian utara mengambil sebagian lahan Gasibu.

“Jadi luasan Jalan Diponegoro nanti mengambil seluas tanah Gasibu diujung,” ujarnya.

Singgung Keberadaan Hotel Pullman

Kemudian, terkait adanya protes bahwa rencana penataan Gedung Sate tersebut menyalahi tata kota, Dedi Mulyadi menyinggung keberadaan Hotel Pullman.

“Kalau ada orang yang mengatakan bahwa ini menyalahi tata kota, kalau mau konsisten yang salah dalam tata kota dan melanggar undang-undang yang melanggar kepurbakalaan atau gedung yang bernilai heritage dan nilai keamanan adalah justru Hotel Pullman yang salah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved