SOROT

Negeri-negeri yang Hilang, Indonesia 2030?

Di dalam kitab suci Alquran, disebutkan banyak kaum dan negerinya dihapuskan dari muka bumi karena berbuat makar terhadap Tuhan

Editor: Kisdiantoro
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar 

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

Masyarakat Indonesia heboh setelah menyimak pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan, Indonesia akan bubar setelah tahun 2030.

Dari ramalan Indonesia bubar itu, Prabowo mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk waspada. Indonesia bubar sangat mungkin terjadi karena banyak pihak yang iri dengan kekayaan Indonesia dan ingin menguasainya.
Setelah pidato itu beredar luas, banyak pihak yang merespons, ada yang sepakat ada pula yang mengatakan sebaliknya, Indonesia bakal terus ada sampai kehidupan di dunia berakhir.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pidato Prabowo sebagai wake up call, agar masyarakat Indonesia segera bersatu menjadi bangsa yang kuat. Hanya dengan cara itu, Indonesia akan tetap ada hingga kamat datang.

Presiden Jokowi sebagai sang narkoda, jika Indonesia dibaratkan sebuah kapal, mengajak masyarakat Indonesia untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme.


Ia menyebutkan, pada saat ini Indonesia berada di posisi 16 negara-negara di dunia, dan akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi pada nomor ketujuh hingga sepuluh. Namun, semua itu harus diraih dengan kerja keras. Jokowi mengajak semua pihak, baik di pusat maupun di daerah, untuk berkerjasama membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Apa yang disampaikan Prabowo, katanya, bersumber dari cerita fiski ilmiah (science fiction). Lalu, apakah ramalan itu bisa terjadi? Jawabannya, mungkin terjadi. Sebab, peristiwa kiamat tak dapat diketahui secara pasti waktunya. Apakah 2030 adalah kiamat? Bisa saja.

Jika 2030 bukanlah hari terakhir kehidupan di dunia, tapi kiamatnya Indonesia di hari itu bisa saja terjadi. Bukan untuk psimistis terhadap masa depan. Kemungkinan itu terjadi merujuk pada kisah-kisah negeri-negeri yang hilang. Anda yang Muslim, tentu kerap mendengar kisah-kisah negeri yang hilang.

Di dalam kitab suci Alquran, disebutkan banyak kaum dan negerinya dihapuskan dari muka bumi karena berbuat makar terhadap Tuhan dan membuat kerusakan di atas bumi.

Kisah itu di antaranya ada kaum nabi Luth yang dihancurkan dari muka bumi karena melakukan penyimpangan, menikah dengan sesama jenis. Allah pun mengahancurkan kaum ini dengan menghadirkan gempa bumi, angin kencang, dan hujan batu. Rumah-rumah dan kaum nabi Luth pun terkubur. Sirnalah negeri itu.

Kisah lain, bangsa Madyan atau kaumnya nabi Syuaib. Bangsa ini dihilangkan dari muka bumi karena gemar melakukan kecurangan dalam perdagangan. Mereka ingin untung ketika berjualan dengan cara mengurangi takaran, dan ketika membeli sesuatu mereka ingin dilebihkan.

Allah kemudian menghancurkan mereka dengan mendatangkan hawa panas yang teramat panas. Mereka tak dapat menangkalnya meskipun berlindung di tempat yang teduh. Negeri itu pun binasa. Dan masih banyak kisah negeri-ngeri terdahulu yang dibinasakan dari atas muka bumi.

Dalam konteks Indonesia, hal itu bisa saja terjadi, jika penduduk negeri ini semakin banyak melakukan kecurangan. Kebaikan terus berkurang, lalu hilang.

Allah telah menghadirkan peringatan melalui banyaknya bencana, banjir, longsor, dan gempa. Jika peringatan itu tak menjadikan masyarakat Indonesia memperbaiki diri, tetap membabat hutan, melakukan alihfungsi lahan, membuang sampah ke sungai, maka kehancuran itu semakin dekat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved