Sorot

Terminal Ledeng

KAPOLDA merasa terminal menjadi biang kemacetan di kawasan itu setelah melakukan peninjauan bersama Kapolrestabes Bandung...

Terminal Ledeng yang ada sejak 1978 memang melebihi kapasitas.

Para sopir angkot yang biasa transit di sana sangat merasakan itu.

Namun mereka berharap solusinya bukan memindahkan terminal melainkan diperluas hingga dua atau tiga kali lipat dari luas sekarang.

Angkutan yang transit di Terminal Ledeng, terdapat lima trayek, yakni tiga trayek angkutan umum (angkot), satu elf, dan satu bus kota.

Ketiga trayek angkot adalah CicaheumªLedeng, Kalapa-Ledeng, dan Margahayu-Ledeng. Kemudian, trayek elf ialah Bandung (Ledeng)-Subang, dan bus kota Leuwipanjang-Ledeng.

Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) pun belum berencana memindahkan terminal itu.

Saat ini, mereka fokus agar terminal tetap berfungsi dan optimal dalam pelayanannya.

Pengelolaan Terminal Ledeng yang berstatus tipe B dan terminal lain di Jawa Barat yang berstatus tipe B menjadi wewenang Dishub Jabar merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

"Jadi, saya pikir pemindahan terminal ini tidaklah mudah, karena harus melalui kajian serta tidak mudah mencari lahan dengan harus pula merubah trayek. Sejauh ini pun kami belum ada lokasi pemindahannya," kata Kepala Dishub Jabar, Dedi Taufik, kepada Tribun Jabar, Jumat (20/10/2017).

Sebetulnya kamacetan di kawasan Ledeng hingga Lembang bukan hanya karena terminal tersebut. Banyaknya tempat wisata terutama di Jalan Setiabuadi atas dan Lembang juga menjadi biang kemacetan.

Halaman
123
Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved