PON XIX Jabar 2016
Tahukah Kamu, Ternyata Tak Semua Atlet Dayung Wajib Jalani Tes Doping
Tidak semua peserta (cabor dayung) ada test doping. Tapi untuk atlet tunggal dalam satu nomor cabor pasti ada test doping
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID -Dewan hakim cabang olahraga (cabor) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar) Bidang Pertandingan, Edy Suyono menjelaskan test doping khusus di cabor dayung tidak bisa dilaksanakan pada seluruh atlet dayung.
"Tidak semua peserta (cabor dayung) ada test doping. Tapi untuk atlet tunggal dalam satu nomor cabor pasti ada test doping," ujar Edy di Situ Cipule, venue cabor dayung, Minggu (19/9).
Namun, untuk atlet cabor dayung yang berlomba di beberapa nomor beregu, test dayung hanya dilakukan secara acak pada atlet-atlet tertentu saja.
"Misalkan untuk nomor yang beregu, maka atlet yang akan dites dopingnya di random, ditest secara acak," ujar dia.
Test doping sendiri digelar setelah pertandingan selesai. Atlet diberi sejumlah air minum supaya terangsang mengeluarkan air seni lewat kencing.
Kendala tidak bisa digelar test doping secara menyeluruh karena terkendala biaya dan waktu. "Ya karena test doping itu kan membutuhkan biaya besar, jadi untuk cabor dayung akan sulit untuk menggelar tes doping secara serentak pada setiap atlet," ujar dia.
Cabor dayung sudah dilombakan sejak pertengahan pekan lalu. Hingga Minggu (18/9), Jabar mendominasi raihan emas dengan koleksi 9 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Selama gelaran perlombaan cabor dayung, sejumlah kendala ditemukan panitia.
"Misalnya, tidak semua atlet membawa perahu sendiri. Otomatis kami yang pinjamkan, dan itu berpengaruh pada ketepatan waktu," ujar dia. (men)