Sorot

Pangan Harus Tersedia dan Terjangkau

Jika tak mampu menyediakan stok pangan yang cukup bagi 250 juta rakyat negeri ini, dikhawatirkan terjadi kekacauan ekonomi.

Penulis: Adityas Annas Azhari | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR
Adityas Annas Azhari, Wartawan Tribun. 

Oleh: Adityas AA, Wartawan Tribun

MASALAH pangan menjelang Lebaran menjadi hantu bagi pemerintah negeri ini, karena jika mereka tak mampu menyediakan stok pangan yang cukup bagi 250 juta rakyat negeri ini, maka dikhawatirkan terjadi kekacauan ekonomi.

Dalam hal pangan ini pemerintah memang cemas. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo bahkan mengingatkan para menterinya untuk mewaspadai inflasi jelang Lebaran.

Presiden berharap inflasi tetap dapat ditahan di bawah 4 persen tahun ini.

"Memang demand-nya juga naik, tapi kalau supply-nya dikendalikan, digerojok supply yang lebih, saya kira tidak akan seperti ini," kata Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pekan lalu.

Meski kenaikan harga adalah kebiasaan jelang Lebaran, ia meminta agar menjelang Idulfitri kali ini tidak terjadi kenaikan harga-harga khususnya pangan yang dapat memicu inflasi berlebih.

Jokowi mungkin ingin mencontoh Amerika Serikat, ketika Thanksgiving Day. Pada perayaan hari beryukur itu barang-barang di AS dijual secara diskon dan masif.

Thanksgiving yang dirayakan setiap Kamis keempat November menandai dimulainya musim liburan yang berpuncak pada perayaan Tahun Baru.

Sehari setelah Thanksgiving adalah hari obral besar pakaian, mainan, peralatan rumah tangga, makanan, dan sebagainya.

"Kita ini mau Idulfitri nggak banyak diskon. Saya membayangkan ada ide itu. Tempat lain bisa, kenapa kita tidak bisa," kata Presiden.

Keinginan Jokowi ini diikuti pelaksanaan operasi pasar setiap hari di setiap kota dan kabupaten di Indonesia.

Namun harga murah ini belum bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, karena di pasar- pasar atau supermarket, harga kebutuhan pokok belum bisa dibuat semurah yang dibuat Bulog melalui operasi pasar.

Khusus daging sapi, Jokowi sudah minta harga di bawah Rp 80.000 per kg, karena harga daging sapi di pasaran masih di atas Rp 100.000 per kg.

Akhirnya impor daging sapi beku dilakukan besar- besaran untuk memenuhi keinginan Presiden. Hingga minggu kedua Ramadan harga daging bisa dibuat bervariasi mulai kisaran Rp 120.000 hingga Rp 75.000 per kg.

Tentu saja daging sapi beku impor harganya murah, tapi masyarakat lebih memilih daging sapi segar yang harganya cenderung di atas Rp 100.000 per kg.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved