Sorot
Soal No 38
Sontak soal yang "luput" dan terlanjur menjadi materi yang diujikan itu mendapat reaksi
Penulis: Arief Permadi | Editor: Dedy Herdiana
Oleh: Arief Permadi, Wartawan Tribun Jabar
UJIAN Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat sekolah dasar sudah selesai, lebih sepekan lalu. Secara umum berjalan lancar, hanya ada beberapa catatan, dan sebagian tidak prinsipil, kecuali satu: tentang materi yang diujikan.
Pada hari pertama ujian, salah satu soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, tampaknya luput dari perhatian. Pada soal nomor 38, para siswa diminta untuk menyusun empat kalimat menjadi sebuah paragraf.
Pada kalimat keempat tertulis, "Hewan-hewan di Kebun Binatang Cikembulan sangat sedikit karena kurang terawat."
Sontak soal yang "luput" dan terlanjur menjadi materi yang diujikan itu mendapat reaksi, termasuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.
Disdik Garut mengaku sangat menyesalkan soal seperti itu bisa sampai "lolos".
"Soalnya dikirim langsung dari provinsi. Saya juga baru tahu tadi waktu ikut memantau sama pak Wabup," ujar Totong, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Garut seperti dimuat harian ini, Selasa (17/5).
Totong mengatakan, soal USBN ini dibuat Disdik Provinsi Jabar bersama Puspendik Balitbang Kemendikbud. "Saya sangat menyayangkan adanya soal yang menyudutkan itu. Harusnya bisa dihindari."
Penyesalan juga sempat dilontarkan pengelola Taman Satwa Cikembulan, Rudi Aripin.
"Apalagi ini untuk soal anak sekolah dasar. Tak terawatnya itu dalam segi apa? Sangat saya sesalkan adanya soal seperti itu," kata Rudi (Tribun Jabar, Selasa 17/5).
Adanya soal-soal "aneh" yang masih lolos menjadi materi soal yang diujikan, tentu saja sangat menyesakkan. Apalagi, hal ini bukan yang pertama.
Sebelumnya, saat Disdik Kabupaten Garut membuat soal try out sekolah dasar, soal dengan materi tak layak juga sempat lolos. Saat itu dalam soal terdapat kalimat yang menyudutkan RSUD dr Slamet Garut.
"Sekarang terjadi lagi. Tapi (kali) ini murni bukan kesalahan kami. Kami tidak tahu adanya soal itu. Se- Jabar soalnya sama," kata Totong.
Tapi terlepas dari ini salah siapa, masih lolosnya soal-soal seperti ini tentu harus menjadi perhatian serius agar di kemudian hari tidak kembali terulang.
Untuk hal ini, langkah Gubaernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat kasus serupa terjadi di Jakarta, barangkali bisa ditiru Guburnur Jabar.
Belum lama ini, soal yang memuat materi tak pantas, juga sempat lolos dan diberikan sebagai pekerjaan rumah kepada murid-murid di SD Negeri 02 Pasar Rebo, Jakarta Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/opin-arief-permadi_20150826_084040.jpg)