Sorot

Pilih Aspal atau Beton

KEBERADAAN jalan beton memang sudah sejak lama ada.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Ferri Amiril, Wartawan Tribun. 

Tapi kali ini kemacetan hampir terjadi sepanjang siang dan malam hari.

Menjelang tengah malam pun antrean kendaraan masih terlihat panjang karena jalan mengalami tutup buka di kawasan ini.

Bus antarkota dalam provinsi yang sudah mengetahui hal itu mengantisipasi dengan melambung mengambil jalur alternatif melalui Cipeundeuy-Cikalongwetan.

Hal itu mereka lakukan untuk menghemat bahan bakar kendaraan biasanya harus antre mulai dari kawasan Pamucatan-Cipatat hingga dua jam lebih.

Jika melambung melalui jalur alternatif selain lancar, mereka juga memperhitungkan hanya menambah sekitar 45 menit sampai satu jam dari jalur biasanya.

Demikian halnya dengan angkutan dari arah Bandung yang hendak menuju Cianjur atau Sukabumi.

Setelah masuk tol Pasirkoja biasanya angkutan bus akan keluar dari gate Cikamuning-Cikalongwetan dan menuju kawasan Cipeundeuy.

Mereka akan keluar dari Cipatat-Rajamandala untuk kemudian masuk ke jalur utama.

Jika betonisasi selesai jalan kembali lancar. Tapi permukaan beton yang relatif licin membuat ban kendaraan cepat gundul karena daya gesek yang berbeda dengan aspal.

Jika sudah mengalami kerusakan seperti retak, pecah, maka penambalan juga memerlukan waktu untuk membongkar beton lama mengganti besi kemudian mengecor lagi, berbeda dengan aspal yang bisa langsung ditambal setelah diganti.

Tapi aspal juga memiliki karakteristik yang mudah rusak terkena derasnya air. Jadi pilih aspal atau beton? (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Sabtu (21/5/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved