Sorot

Pilih Aspal atau Beton

KEBERADAAN jalan beton memang sudah sejak lama ada.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Ferri Amiril, Wartawan Tribun. 

BETONISASI atau pembangunan jalan menggunakan bahan besi dan adukan semen sejak dua tahun terakhir banyak dilakukan di berbagai daerah.

Terutama wilayah dengan curah hujan tinggi yang sering menyebabkan banjir cileuncang hingga membuat aspal mudah terkelupas dan jalan menjadi rusak karena derasnya air yang membawa material tanah dan kerikil.

Keberadaan jalan beton memang sudah sejak lama ada. Dulu jalan beton ini hanya bisa dijumpai di jalan berbayar bebas hambatan.

Bahannya yang terbukti tahan lama dan cukup kuat membuat jalan beton ini akhirnya diujicobakan di jalan raya tidak sampai di situ, kekuatannya yang teruji membuat gang kecil perumahan juga sudah banyak menggunakan beton dari pada aspal.

Namun dari sekian banyak komentar tentang kekuatannya, proses pembangunan betonisasi juga sering menjadi permasalahan.

Pengeringan yang memerlukan waktu berhari-hari membuat jalan sementara harus ditutup.

Berbeda dengan aspal hotmix yang bisa langsung dilalui setelah finishing yang hanya memerlukan waktu sebentar.

Beberapa ruas jalan di Jabar sudah mengalami pembetonan seperti kawasan Cianjur-Sukabumi.

Di ruas jalan ini mungkin betonisasi jalan bisa dibilang cukup panjang. Jalur Sukabumi-Cianjur nyaris semuanya dibeton.

Hanya ada beberapa titik saja yang masuk ke wilayah Cianjur yang belum mengalami betonisasi.

Saat pembangunan betonisasi ini Cianjur-Sukabumi terkenal sebagai kawasan buka tutup akibat pembangunan jalan beton.

Kini proyek betonisasi jalan berhenti. Jalur sudah mengalami peningkatan, permasalahannya titik jembatan pertigaan Sukaraja jalannya berlubang cukup dalam karena di titik ini belum ada betonisasi yang menimbulkan kemacetan hingga antrean cukup panjang terutama jika sedang turun hujan.

Betonisasi jalan lainnya yang saat ini mengakibatkan kemacetan adalah di wilayah Padalarang.

Proyek untuk mengatasi banjir cileuncang jika turun hujan ini sudah membuat antrean kendaraan cukup panjang sebulan terakhir.

Dalam situasi hari biasa kawasan ini terkenal macet. Kemacetan akan sedikit terurai jika supermarket dan pasar di kawasan itu telah berhenti beroperasi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved