Sorot

Menjadi Sahabat Anak

SIKAP Jokowi ini untuk merespons beberapa peristiwa kekerasan seksual....

Penulis: Darajat Arianto | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
dok. pribadi / facebook
Darajat Arianto, Wartawan Tribun Jabar. 

Dengan menempatkan sebagai sahabat, orang tua bisa menjaga kondisi dan juga perilaku anak- anaknya.

Pasalnya, perilaku anak bisa terkontrol secara baik.

Sahabat menjadi penting bagi kehidupan seseorang. Bagi umat Muslim, istilah sahabat adalah orang yang percaya dan taat kepada Nabi Muhammad Saw.

Mereka percaya dan yakin kepada Rasulullah dan beriman hingga akhir hayatnya.

Dari sahabatlah, kehidupan Rasulullah Saw banyak diketahui sehingga menjadi panutan umat Muslim seluruh dunia.

Demikian pula bagaimana kisah-kisah Nabi terakhir ini dalam memperlakukan anak-anak.

Sejumlah kisah menunjukkan Rasulullah Saw sangat menyayangi anak-anak.

Tak ada salahnya orang tua saat ini mencontoh Nabi dalam hubungan dengan anak-anak, sehingga patut diteladani.

Rasulullah Saw sangat lembut dan memahami perilaku anak-anak, sering menyapa anak kecil dengan hangat, dan sering mengajak anak-anak bermain.

Nabi Muhammad Saw juga berempati ketika anak-anak yang mengalami penderitaan, seperti anak yatim yang ditinggal ayahnya yang mati syahid.

Melihat kisah-kisah Nabi Saw, sudah saatnya orang tua bersikap lembut terhadap anak, menjadi pendengar yang baik bagi mereka, lemah lembut, dan menjadi tempat bercerita.

Dengan demikian, diharapkan anak-anak merasa nyaman dan tenang baik saat bersama orang tuanya maupun saat di luar rumah.

Dengan pola hubungan yang erat, diharapkan perilaku anak lebih terkontrol dan orang tua pun menjadi teladan bagi anaknya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved