Coffee Break

Keajaiban

PADA tahun 1980-an, saya sempat mengecap sedikit keajaiban.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
dok. pribadi / facebook
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun. 

PADA tahun 1980-an, saya sempat mengecap sedikit keajaiban.

Dalam TPB Games, sebuah ajang olahraga tingkat pertama ITB yang memperlombakan sejumlah cabang olahraga, saya tergabung dengan tim sepak bola Kelas T-01, gabungan mahasiswa Jurusan Astronomi dan Matematika.

Dalam sejarah puluhan tahun TPB Games, belum pernah sekali pun Kelas T-01 tampil sebagai juara.

Selama itu cabang sepak bola didominasi jurusan lain, terutama Teknik Mesin dan Pertambangan.

Dalam dua atau tiga kali uji coba, Kelas T-01 kalah terus. Jadi, jelas, tim kami tak pernah dipandang sebagai unggulan.

Singkat cerita, melalui pertahanan yang kuat dan serangan balik yang tajam, kami berhasil mengalahkan tim-tim unggulan dan akhirnya muncul sebagai juara.

Saya masih ingat ketika di semifinal melawan unggulan utama, permainan hanya berlangsung separuh lapangan, bahkan seperempat lapangan, karena tim kami digempur terus-terusan.

Barangkali gambarannya mirip dengan laga antara Barcelona dan tim mana pun, yang penguasaan bolanya selalu sangat timpang, tapi dengan hasil akhir yang tidak selalu menggembirakan bagi pasukan Catalan.

Hanya melalui sekali serangan, striker tim kami berhasil menjebol gawang lawan dan skor 1-0 bertahan sampai bubaran.

Kalau ada yang menyebut keberhasilan T-01 menjadi juara karena faktor keberuntungan, boleh jadi ada benarnya.

Sebagai penjaga gawang, saya masih ingat betapa banyaknya tembakan para penyerang lawan yang melenceng, baik ke samping maupun ke atas gawang.

Namun, dilihat dari sudut pandang lain, kegagalan mereka menembus gawang kami terjadi tidak semata-mata karena kesialan, tapi karena tidak memiliki ruang tembak yang leluasa lantaran ketatnya sistem pertahanan kami.

Saya tidak tahu apakah sukses T-01 menjuarai cabang sepak bola TPB Games pernah terulang di tahun-tahun berikutnya.

Yang pasti, kenangan itu mencuat spontan di kepala saya ketika Leicester City mendadak muncul sebagai juara Liga Premier Inggris.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved