Sorot
Wisata Gerhana Matahari
Suasana seperti itu tak ditemukan saat fenomena serupa 33 tahun lalu.
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Dedy Herdiana
Zaman itu, jangan harap bisa menemukan siswa-siswa SMA beraksi dengan teropongnya di sekolah masing-masing, memantau matahari "ditelan" Batara Kala. Hanya mitos-mitos menakutkan yang terekam oleh masyarakat.
Di balik itu semua, tentu kita harus menyadari, meyakini, dan memahami benar bahwa fenomena gerhana matahari merupakan sebagian tanda kekuasaan Sang Pencipta, Allah Swt.
Tak ada kekuatan yang mampu mengatur sedemikian rumit dan detailnya peredaran matahari, bumi, bulan, dan benda angkasa lainnya, selain kekuataan Allah Swt.
Sisi religiusitas ini yang harus semakin ditingkatkan, sebagai bentuk rasa syukur dari bangsa ini.
Kejadian ini juga sebagai momen untuk introspeksi atas perjalanan panjang sejarah Indonesia.
Perbanyak bersyukur, niscaya nikmat dan karunia Allah Swt akan semakin tercurah. Bersyukurlah. (*)
Naskah ini juga disajikan untuk pembaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (10/3/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/machmud-mubarok-di-atas-perahu_20160224_092527.jpg)