Sorot

Game Kekerasan

GAME perkelahian atau perang menjadi favorit bagi penggemar game untuk menguji keahliannya.

Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Januar P Hamel, Redaktur Pelaksana Harian Pagi Tribun Jabar 

Sepertinya mereka tak pernah mempertimbangkan dampak dari game yang terjual.

Tengok juga rental game online yang pernah merebak di kota-kota. Penggunanya adalah anak-anak.

Mereka tak pernah dilarang oleh pemilik rental untuk masuk ke sana.

Mereka seperti membiarkan anak-anak menikmati game-game kekerasan yang tersaji di komputer.

Sebuah kasus mengenaskan diungkapkan oleh istri Menkominfo Triana Rudiantara.

Dia mengulas kasus anak-anak berusia 12 tahun di Yogyakarta.

Anak-anak itu menjadi pelanggan warung telekomunikasi (warnet) melakukan tindakan asusila hingga hamil. Mereka diduga meniru adegan porno yang mereka tonton di internet.

"Naudzubillahmindzalik," ungkapnya seperti dilansir Antara, Kamis (11/2).

Angka yang diungkapkan Dirjen Aplikasi Informatika Bambang Heru Tjahjono cukup
mencengangkan.

Ternyata 85 juta orang pengguna internet di Indonesia setengahnya adalah anak-anak.

Angka itu menunjukkan kemungkinan anak-anak kita sudah terbiasa menikmati tayangan-tayangan di internet yang sama sekali kurang dalam hal penyensoran.

Apa saja yang membahayakan jika ini dibiarkan?

Direktur Pemberdayaan Informatika Septriana Tangkary merinci bahaya dan dampak negatif dari dunia cyber, yakni kekerasan dan pelecehan (cyber bullying), informasi sesat dan tidak benar (cyber fraud), pornografi, perjudian, dan penculikan. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (25/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved