Sorot

Diet Kantong Plastik

UJICOBA kebijakan kantong plastik berbayar.

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Dedy Herdiana, Wartawan Tribun Jabar. 

         Oleh

DEDI HERDIANA
Wartawan Tribun


KEMARIN, Minggu (21/2) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai uji coba kebijakan kantong plastik berbayar di 22 kota dan 1 provinsi.

Yakni Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Kendari, Ambon, Jayapura, dan Tangerang Selatan.

Sedangkan provinsi yang ikut dalam program itu adalah DKI Jakarta.

Hal itu didasarkan pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016 tertanggal 17 Februari 2016, tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.

(lihat: VIDEO: Kisah Pria Tua Pengayuh Becak yang Setiap Hari Jumat Menggratiskan Penumpangnya)

Termasuk di Kota Bandung, sebagian minimarket mulai menerapkan kantong plastik berbayar Rp 200. Berkaitan dengan itu ternyata, Kota Bandung sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2012 tentang pengurangan plastik.

Program uji coba yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik sekaligus mengurangi volume sampah yang kerap menjadi masalah setiap kota dalam pengelolaannya, dalam sehari itu berdampak positif.

Sebagian besar masyarakat telah menyadari bahayanya penggunaan plastik yang berlebihan. Bahkan ada yang memberi masukan kantong plastik berbayar itu jangan terlalu murah, agar masyarakat benar-benar membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.

Terbukti seperti di Jakarta, masih banyak warga yang tidak tahu diberlakukannya kebijakan itu, tapi mereka tidak merasa keberatan dengan membayar kantong plastiknya seharga Rp 200.

Memang Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) mengusulkan untuk menaikkan harganya secara bertahap.

Namun bila kondisi masyarakat tetap saja rela membayar kantong plastiknya, bagaimana solusinya? Selama uji coba ini apakah benar-benar ada yang mengawasi?

Untuk diketahui, tahun 2010 di Kota Bandung ada kelompok pemuda Indonesia yang manamakan diri Greeneration Indonesia mengampanyekan "diet kantong plastik" lewat program Red Goes Green dengan menawarkan baGoes tas pengganti kantong plastik yang kuat dipakai ulang hingga 1.000 kali pakai kepada masyarakat melalui ratusan gerai minimarket.

(lihat: VIDEO: Lucunya Reaksi Anak-anak Bule Ini Saat Mencicipi Buah Durian)

Saat itu mereka pun menyatakan bila terpaksa menggunakan kantong plastik sebaiknya konsumen dikenakan donasi yang dananya akan digunakan untuk program mengatasi sampah-sampah plastik tersebut di kota masing-masing.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved