Teras

Jerat Pers

PERINGATAN akan dipusatkan di Mataram, Lombok.

Jerat Pers
dok. pribadi / facebook
Cecep Burdansyah, Pemimpin Redaksi Tribun Jabar. 

SELASA besok, 9 Februari, rutin diperingati sebagai Hari Pers Nasional.

Peringatan akan dipusatkan di Mataram, Lombok. Kabarnya Presiden Jokowi akan hadir.

Sudah menjadi rutinitas, setiap Hari Pers selalu dihadiri oleh presiden. Hal ini menunjukkan bahwa pers sangat penting dan strategis di mata negara.

Tidak terlalu mengherankan karena secara historis pers memang mempunyai andil yang cukup besar dalam perjalanan bangsa ini sejak era kolonial hingga menuju kemerdekaannya.

Kehadiran pers bagi sebuah negara demokrasi adalah kemutlakan. Salah satu syarat negara demokrasi adalah pers yang dijamin dan dilindungi dari campur tangan kepentingan, terutama kepentingan kekuasaan.

(baca: VIDEO: Di Indonesia Ada Dede si Manusia Akar, Di Bangladesh Ada Abul si Manusia Pohon)

Sebuah pepatah mengatakan, bila Anda bercita-cita jadi diktator, langkah pertama yang harus dimatikan adalah pers.

Itulah yang dilakukan pemerintah kolonial saat mencengkeram Hindia Belanda. Penduduk pribumi yang kritis dan bersuara lantang, termasuk media, dibungkam.

Bangsa ini di era kolonial mempunyai tokoh yang mempunyai kesadaran pentingnya mengemukakan pendapat melalui media publik. Dialah Tirto Adisuryo.

Untuk memerdekakan bangsanya, Tirto sadar, tidak bisa dengan mengangkat senjata. Selain persenjataan yang canggih di pihak kolonial, bangsa kita mudah diadu domba sehingga sulit bersatu. Hal itu dikarenakan mentalnya masih terbelakang.

Halaman
1234
Penulis: cep
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved