Sorot

Bandara dan Akses Kereta Api

Hal ini yang harus menjadi perhatian utama pemerintah Jabar dalam membangun BIJB.

Penulis: Adityas Annas Azhari | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR
Adityas Annas Azhari, Wartawan Tribun. 

Karena itulah bandara-bandara internasional di negara-negara yang perekonomiannya tumbuh, umumnya terhubung dan terintegrasi dengan stasiun kereta api.

Lihat saja di Changi, KLIA, Swarnabhumi, Narita,dan sebagainya. Kalau pun belum terhubung, pemerintah berupaya mewujudkannya, seperti rencana KA dari Stasiun Manggarai Jakarta ke Bandara Soekarno Hatta yang ditargetkan selesai semester pertama 2017.

Seharusnya bandara Husein Sastranegara pun harus memiliki stasiun KA, apalagi pemerintah kolonial Belanda lebih dari 100 tahun silam sudah membangun jalur KA di dekat bandara yang dulu bernama lapangan terbang Andir tersebut.

Karena itu, rencana membangun double track (jalur rel ganda) KA ke BIJB Kertajati itu, jangan hanya dikatakan sebagai "ada rencana", tapi harus dimunculkan ke publik dan investor, bahwa jalur KA ke Kertajati itu pasti dibangun.

Jika publik dan investor mendapat kepastian bahwa akses menuju bandara itu mudah, plus ditunjang fasilitas menjanjikan, maka investor pasti mengalir untuk menanamkan modalnya. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Rabu (20/1/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved