Sorot
Tugas Berat Ridwan Kamil
HARUS diakui, tak banyak warga Bandung yang berpikir dan (berani) menyuarakannya seperti Febby Lorentz.
Penulis: Arief Permadi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Akhir-akhir ini sejumlah taman mulai tak lagi terawat.
Sampah di sana-sini, belum lagi bagian-bagian yang hilang atau rusak, dan beberapa seperti disengaja.
Kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Ada yang masih "salah" dengan warga kota ini.
Membangun taman memang tak semudah membangun mental warga untuk menjadi lebih baik. Ini pula yang sesungguhnya menjadi pekerjaan berat Ridwan Kamil dalam memimpin Bandung.
Sebab, mengubah mental terbukti tak cukup dengan sekadar imbauan atau contoh baik yang selama ini selalu ditunjukkan Ridwan.
Di tataran birokrasi, pembangunan mental juga tak kalah rumitnya. Mengubah kebiasaan memang bukan sesuatu yang mudah, tapi harus karena itu satu-satunya cara untuk maju.
Kebijakan Ridwan yang akhirnya tegas mencopot dan merotasi sejumlah pejabat yang dianggap tak mampu mengimbangi larinya, kemarin, barangkali bisa menjadi awal perubahan itu.
Bagaimana pun waktu terus berjalan, dan kita tak lagi bisa menunggu. Sanksi-sanksi yang tegas mungkin sudah saatnya lebih sering lagi untuk diterapkan.
Sanksi itu perlu agar aturan berubah menjadi seperti lelucon. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (14/1/2016). Ikuti berita-berita mnenarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabraonline
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/arief-permadi-_-opin_20160102_090311.jpg)