Sorot

Tugas Berat Ridwan Kamil

HARUS diakui, tak banyak warga Bandung yang berpikir dan (berani) menyuarakannya seperti Febby Lorentz.

Penulis: Arief Permadi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Arief Permadi, Wartawan Tribun. 


HARUS diakui, tak banyak warga Bandung yang berpikir dan (berani) menyuarakannya seperti Febby Lorentz.

Awal Januari lalu, petisinya di www.change.org sempat menjadi buah bibir warga dunia maya.

Permintaannya memang tak tanggung-tanggung, ingin dibuatkan pantai di Kota Bandung agar dirinya dan warga Kota Bandung lainnya tak perlu susah-susah lagi pergi ke daerah lain untuk sekadar menikmati pantai.

Mustahil? Sudah barang tentu. Namanya juga pantai, harus ada laut. Di Kota Bandung mana ada laut.

Banyak orang bilang, pola berpikir Febby sudah bukan lagi out of the box. Ini sudah enggak ada lagi kotaknya, absolutely no box!

Tapi, mau bilang apa, kreatifitas memang tanpa batas. Itu pula yang barangkali membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil secara khusus segera menanggapinya.

Meski tentu saja sulit, secara teknis, pantai buatan bukan hal mustahil untuk dibuat, termasuk di Kota Bandung. Menurut Ridwan, Danau Gedebage yang akan dibangun, bisa menjadi salah satu lokasi pilihan.

Apalagi, pantai buatan sebenarnya bukan sesuatu yang baru yang belum pernah ada di dunia ini.

Sebut saja, Palm Islands dan The World di Dubai atau Paris Plage di Paris. Ada juga Seagaia Ocean Dome di Jepang, South Bank Parklands di Australia, Sun City di Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Karena itu, terlepas nanti pasirnya akan ngeruk dari mana, pantai di Bandung memang sangat mungkin. Dan, seperti tergambar dari "kepercayaan" ribuan orang yang ikut menandatangani petisi Febby, Ridwan Kamil dianggap bisa mewujudkan ini.

Dengan segudang karyanya, ini tentu tak mengherankan. Tengok saja belasan taman yang begitu indah yang bermunculan sejak ia menjabat.

Sesuatu yang lima tahunan lalu nyaris tak terbayangkan bisa terjadi di kota ini.

Dari sisi taman, Ridwan memang luar biasa.

Namun, keberhasilan tentunya tak cuma dilihat dari berapa taman indah yang sudah dibangun, tapi dari apa yang akan terjadi setelah taman-taman tersebut ada.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved