Sorot
Apa Kabar Pilkada
Dia mengatakan pilkada seperti kehilangan daya tariknya . . .
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dedy Herdiana
Dinginnya tanggapan rakyat terhadap pilkada, kata kawan saya, bisa saja karena mereka emoh dibohongi dan kembali hanya dijejali janji palsu.
Kawan saya mengatakan mereka yang sedang mengincar kekuasaan lewat pilkada atau pemilu, hanya ingat pada rakyat saat kampanye.
Mereka ingat dan merasa dekat dengan rakyat hanya ketika butuh "suara" rakyat. Setelah jeneng, mereka kembali jadi pelupa. Lupa pada janji-janjinya saat berkampanye. Lupa pada rakyat yang telah mengantarkan mereka ke kursi kekuasaan.
"Oleh karena itu saya berharap mereka yang sedang bertarung di pilkada adalah orang-orang yang benar-benar ingin membela rakyat, bukan sekadar mengincar kekuasaan," kata saya.
Kawan saya mengamini sebelum pamit pulang. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Selasa (8/12/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/deni-ahmad-fajar-sorot-pilkada_20151208_090317.jpg)