Sorot

Apa Kabar Pilkada

Dia mengatakan pilkada seperti kehilangan daya tariknya . . .

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dedy Herdiana
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun. 

SETELAH lama tidak bertamu, tiba-tiba kawanku nongol di muka pintu. Sebagai tuan rumah yang baik, saya menyambutnya dengan senyum.

Kulihat wajah kawanku cerah, secerah matahari pagi. Diam-diam saya berdoa; semoga karibku ini datang membawa kabar gembira. Semoga kawanku juga tidak datang untuk berdiskusi tentang sidang Setya Novanto yang memalukan itu.

Saya juga berharap agar kawanku tidak mengajak mengomentari kecelakaan di Tol Cipali dan kereta rel listrik (KRL) jurusan Jatinegara-Bogor yang menabrak metromini di Tubagus Angke, Jakarta. Akibat dua kecelakaan tersebut, puluhan orang kehilangan nyawa di jalan.

Penyebab kecelakaan masih diselidiki polisi. Pengemudi yang ngantuk dan ugal-ugalan diduga menjadi penyebab kecelakaan maut di Tol Cipali.

Sopir yang ugal-ugalan dan menerobos palang pintu yang sudah menutup, disebut-sebut penyebab kecelakaan antara KRL dan metromini di Tubagus Angke.

Namun lepas dari itu semua, dua kecelakaan itu membuktikan ada yang harus diperbaiki (kalau tidak mau disebut ada yang salah) dalam manajemen perhubungan di tanah air. Bila tidak, bagaimana kereta cepat bisa dihadirkan sebagai transportasi alternatif.

"Kamu ingat hari ini tanggal berapa?" tanya kawan saya sekaligus membuyarkan doa saya.

"Hari ini adalah tanggal 8. Masa saya lupa tanggal 8 di bulan Desember. Pada tanggal itu John Lennon mati ditembak penggemar fanatiknya, Mark David Champman, di depan apartemennya di New York, Amerika Serikat. Hari ini tepat 25 tahun motor The Beatles tersebut meninggal. Kamu sengaja datang untuk mengingatkan itu kan?" saya balik bertanya.

Kawan saya tersenyum.
"Kalau besok tanggal berapa?"

"Besok tanggal 9 Desember. Ada peristiwa penting apa di tanggal 9 Desember," jawab saya.

"Pada 9 Desember, besok, pilkada digelar serentak di beberapa daerah di Indonesia. Saya sudah menduga kamu lebih ingat tanggal kematian Lennon dibanding tanggal pelaksanaan pilkada serentak," kata kawan saya dengan wajah kesal.

"Jangan salahkan saya bila tidak ingat tanggal pelaksanaan pilkada. Lha wong pilkadanya adem ayem. Hanya mereka yang mengincar kursi wali kota, bupati, dan gubernur saja yang ribut dan super sibuk. Sementara warga seperti tak peduli dan bahkan apatis," kata saya.

Kawan saya kali ini tidak membantah. Dia bahkan mengatakan pilkada seperti kehilangan daya tariknya sehingga masyarakat tidak antusias menyambutnya.

Kawan saya meramalkan banyak yang tidak datang ke tempat pencoblosan suara (TPS) pada pilkada besok. Padahal seperti pesta demokrasi lainnya, pilkada perlu kehadiran dan dukungan penuh dari masyarakat.

Bisa dipastikan pilkada, pemilu, atau apapun namanya, gagal total bila tak ada seorang pun yang datang ke TPS.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved