Sorot
Pesta yang Hambar
Jangankan para calonnya, daerah mana saja di Jawa Barat yang akan menggelar pilkada serempak, mungkin masih ada yang tidak tahu...
Penulis: Arief Permadi | Editor: Dedy Herdiana
Dengan aturan kampanye yang serba dibatasi ini keuntungan tentu saja akan lebih berpihak kepada para calon petahana, atau para calon yang sudah sangat dikenal saja.
Untuk calon yang kurang terkenal, aturan ini akan menyulitkan. Sebab, bagaimana mungkin mereka menyosialisasikan diri dan program-programnya dengan maksimal jika kampanyenya serba dibatasi?
Sepinya masa kampanye juga mengundang kekhawatiran kecilnya warga yang akan tergerak untuk memilih. LOgika sederhana saja, bagaimana bisa tergerak, wong kampanyenya saja begini hambar.
Tiga pekan tersisa tentu harus mati-matian dimanfaatkan KPU karena merekalah yang bertanggungjawab menyelenggarakan pesta demokrasi ini.
Untuk pesta ini negara menggelontorkan uang rakyat yang tidak sedikit bagi KPU. Karena itu sulit diterima jika ada warga di kota dan kabupaten yang menyelenggarakan pilkada yang sampai tak tahu siapa saja calon pemimpinnya.
Tapi, jangankan para calonnya, daerah mana saja di Jawa Barat yang akan menggelar pilkada serempak nanti mungkin masih ada yang tidak tahu. Atau, jangan-jangan, kapan pilkadanya pun sebagian dari kita masih tak tahu. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (19/11/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twiiter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/arief-permadi-_-opin_20151119_093129.jpg)