Sorot

Paris-Palestina

SERANGAN teroris secara masif kembali terjadi, Jumat (13/11/2015) malam. Kota Paris adalah sasarannya.

Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Oktora Veriawan, Wartawan Tribun. 

Dalam video itu, seorang militan berjanggut mengatakan bahwa selama pasukan sekutu terus membom basis-basis ISIS, negara-negara sekutu tidak akan aman. Video tak bertanggal itu dirilis Sabtu (14/11/2015), melalui sayap media ISIS, yaitu Al-Hayat Media Center.

Seluruh dunia terkejut. Hampir seluruh pimpinan negara, termasuk Indonesia melalui Presiden Joko Widodo, ikut mengucapkan belasungkawa dan pengutukan atas serangan tersebut.

Namun saya sedikit merenung saat beberapa teman mengirim sebuah gambar di laman twitter, instagram dan facebook.

Dalam gambar itu tertulis, ‘Paris kena bom sekali saja, satu dunia heboh. Palestina, Irak dan Gaza kena bom setiap hari, satu dunia pura-pura tuli, buta dan bisu’.

Ya begitu lah adanya, termasuk Indonesia. Saat Paris di bom kemarin, Presiden langsung bereaksi cepat. Tapi janji untuk memerdekakan Palestina, belum terlihat aksi konkretnya.

Tak salah jika Rapat Kerja Nasional I/2015 Majelis Ulama Indonesia yang digelar 10-12 November 2015 di Jakarta, mendesak Presiden Joko Widodo untuk menunaikan janjinya dalam memperjuangkan bangsa Palestina.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemerintah RI adalah segera membuka perwakilan RI di Gaza, Palestina.

Selain itu, MUI meminta Indonesia membuka kerja sama internasional yang lebih kuat lagi dalam penyelesaian Palestina. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (16/11/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline


Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved