Teras

Irasionalitas Bola

SEPAK bola katanya ditemukan karena kegembiraan.

Penulis: cep | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Cecep Burdansyah. 

Si kulit bundar memang sudah jadi sihir, tapi masyarakat sering lupa di balik layar ada tangan- tangan yang mengeruk untung.

Tapi itu hal yang biasa karena sebagian manusia diberi kemampuan untuk melihat peluang bisnis. Yang heran, ketika irasionalitas merasuki sepak bola. Kehebatan FIFA dalam mengorganisasi permainan ini, ternyata menyimpan misteri yang baru terungkap akhir-akhir ini.

Korupsi telah menjatuhkan sang legendaris presiden FIFA Sepp Blater. Artinya, dalam kemapanan, dalam kestabilan kekuasaan, selalu ada potensi korupsi.

Teori Lord Acton sudah lama mengingatkan, tapi manusia selalu lengah oleh kehebatan seseorang.

Irasionalitas yang lebih mengerikan ketika sepak bola menciptakan permusuhan abadi.

Pendukung kesebelasan Persib, bobotoh yang bermusuhan dengan pendukung Persija, The Jack, contoh irasionalitas paling sempurna.

Bagaimana mungkin seorang pemuda Jakarta yang tengah melintas di Jakarta mengenakan kaus oranye langsung digebuki.

Kendaraan leter D yang melintas di Tol menuju Jakarta ramai-ramai dilempari orang dengan batu saat hendak masuk wilayah Jakarta.

Tak sedikit warga yang tak tahu menahu tentang sepak bola harus mengurungkan niatnya ke Jakarta pada hari Sabtu dan Minggu hanya karena irasionalitas ini.

Agama diciptakan sebagai jalan untuk mendekat kepada sang Khalik, tapi juga bisa berubah menjadi alat untuk membenci sesama karena irasionalitas hinggap dan merasa diri paling benar.

Kini sepak bola dijadikan tim paling disayangi, dan jadi pembenaran untuk menganiaya pendukung lawan.

Manusia diberi pembeda dengan binatang, yaitu akal sehat. Tapi ia rela mengorbankan akal sehatnya demi sepak bola atau pun yang lainnya.

Manusia jaman dulu kita kutuk karena irasionalitasnya sebagai penyembah berhala. Di zaman moderen ini irasionalitas ternyata masih hidup.*

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (19/10/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.  

//

KEMENANGAN PERSIB SEMAKIN LENGKAP DENGAN DUA PENGHARGAAN DISABET ZULHAMhttp://bit.ly/1W0EBGiDengan dua gelar itu, Zulham berhak meraih hadiah Rp 300 juta.

Posted by Tribun Jabar Online on Sunday, October 18, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved