Sorot

Salim Kancil

NAMA Salim Kancil menyeruak.

Penulis: Giri | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Sugiri UA, Wartawan Tribun. 

NAMA Salim Kancil menyeruak.

Dia menjadi bahan perbincangan dan berita.

Bukan karena nama, seperti halnya Tuhan, Saiton, Minal Aidin Wal Faizin, Satria Baja Hitam, Andy Go To School dan lainnya, dia muncul ke permukaan.

Meski ada Kancil, dia bukan bagian yang diburu pencari berita karena keanehan namanya.

Lebih dari itu, dia menjadi korban dalam usahanya melawan penambangan pasir tanpa izin.

Nyawanya melayang di tangan orang-orang --mungkin suruhan-- yang tak ingin usaha ilegalnya terusik. Dalam satu peristiwa sadis berupa pembantaian, Salim meninggalkan keluarganya.

Pada Sabtu (26/9/2015), beberapa orang datang ke rumah Salim. Dia sedang menggendong cucunya yang berusia lima tahun. Karena ada gelagat tidak baik, dia membawa cucunya masuk ke dalam rumah.

Salim kemudian dibawa sambil diikat yang ujungnya adalah ajal setelah mengalami berbagai tindakan kekerasan.

Ada kabar, Salim kebal. Tapi karena diketahui kelemahannya, dia akhirnya tewas.

Berbagai cara dilakukan para pembantainya agar nyawa Salim lepas dari raga. Menyetrum dan menggergaji lehernya merupakan bagian dari itu.

Warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu merupakan aktivis penggerak aksi penolakan penambangan liar.

Dia menjadi musuh utama para penambang yang dimotori Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono. Hariyono kemudian menjadi satu dari orang yang ditahan.

Peristiwa pembantaian Salim menjadi cerita tak mengenakkan di tengah segala yang mendera Indonesia. Ini menjadi bukti, usaha penyelamatan alam menjadi kerikil yang harus disingkirkan para garong yang tak pernah puas mengeruk kekayaan alam.

Salim mungkin tak menyesal dengan usahanya yang berujung maut: meninggalkan orang-orang terkasih.

Tapi semangatnya harus tetap hidup, bukan hanya bagi mereka yang sepaham di Desa Selok Awar-awar, tapi juga daerah lain.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved