Sorot
Dilema Cisumdawu
PEMBANGUNAN jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) sejatinya untuk meningkatkan nilai moda transportasi.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
PEMBANGUNAN jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) sejatinya untuk meningkatkan nilai moda transportasi agar memperlancar dan mempercepat waktu tempuh.
Gagasan pemerintah pusat yang didukung pemerintah daerah pun beberapa tahun ke belakang mulai dicanangkan.
Target awal pun ditetapkan pemerintah yakni ruas Cileunyi-Sumedang yang diperkirakan akan selesai pada 2014.
Waktu berlalu hingga akhirnya beragam faktor menjadi penyebab mandegnya pembangunan jalan tol Cisumdawu ini.
Mulai dari pembebasan lahan yang menjadi proses panjang pengurusannya sampai dengan kondisi geografis jalan yang dilalui yang mengalami beberapa perubahan.
Pembelokan arah karena kontur tanah yang tidak sesuai juga menyebabkan rencana semua berubah.
Terlepas dari itu semua sesi awal pembangunan yang direncanakan selesai tahun 2014 pun mempunyai hambatan.
Satu ruas tol dengan panjang sekitar 800 meter di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan ini terbengkalai.
Karena cukup lama dibangun, ruas jalan yang terbengkalai itu pun dimanfaatkan oleh sebagian warga.
Ada yang memanfaatkan untuk balapan merpati, ada yang menafaatkan untuk berolahraga, dan kegiatan lainnya sampai sempat digunakan untuk balapan liar.
Bangunan dinding tol pun tak lepas dari tangan-tangan warga yang mencorat-coret dinding dengan menggunakan cairan cat spray maupun cat dinding lainnya.
Tak hanya sampai di situ, di lokasi jembatannya terlihat beberapa sarana penunjang seperti jembatan yang terdiri dari kawat dan besinya mulai berkarat dimakan cuaca.
Sebagian baut dan murnya mulai hilang.
Di kanan kiri jalan tol sudah tumbuh ilalang dan menimbulkan kesan semakin tidak terurus lagi.
Kondisi terkini tersebut merupakan kondisi terakhir dari rencana pemerintah untuk membangun tol Cisumdawu yang diprediksi bisa mengurai kepadatan arus di jalur tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferri-amiril-mukminin-wartawan-tribun-baru_20150616_132528.jpg)