Kelola Produksi, Dispangtan Purwakarta Sarankan Petani Terapkan Sistem Korporasi

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menyarankan para petani di Purwakarta menerapkan sistem korporasi dalam mengelola hasil produksinya.

Kelola Produksi, Dispangtan Purwakarta Sarankan Petani Terapkan Sistem Korporasi
isep heri/tribun jabar
Ilustrasi: Gerakan Panen dan Serap Gabah bersama petani dari Gapoktan Jaya Ratu di Desa Sukaratu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (24/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menyarankan para petani di Purwakarta menerapkan sistem korporasi dalam mengelola hasil produksinya.

Tujuannya, agar para petani bisa meningkat kesejahteraannya sendiri, termasuk jangkauan produk yang dihasilkannya.

Kadispangtan Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan mengatakan para petani di Purwakarta masih menggunakan pola tata niaga dengan konsep manual.

"Ke depan kami akan dorong supaya seluruh petani bisa menerapkan konsep korporasi ini, agar petani bisa lebih maju dalam mengelola hasil produksinya," kata dia saat ditemui di kantornya, Nagri Tengah, Purwakarta, Senin (11/3/2019).

Setidaknya, kata Agus baru ada 22,27 persen dari 771 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang sudah melakukan sistem korporasi.

Menurutnya selama ini pemerintah tak hanya berupaya untuk menggenjot kuantitas maupun kualitas produk pertanian.

Tapi berupaya juga agar sektor pertanian ini ada perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi para petani sendiri.

Target Bulog Tak Tercapai, TNI Minta Petani Tak Ragu Jual Gabah ke Bulog

Peningkatan kesejahteraan para petani ini dengan mendorong hal-hal bisa berdampak positif, salah satunya ialah penerapan sistem korporasi.

"Tujuannya semata-mata untuk peningkatan kesejahteraan para petani, selain itu meningkatkan produktifitas dan kualitasnya juga," ujar Agus.

Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi dan informasi kepada para petani untuk bersedia terjun langsung dalam dunia korporasi pertanian.

Sebab, dengan sistem tersebut petani bisa melalukan tata niaga yang lebih baik lagi, dan hasilnya yang cukup menjanjikan.

Dia memastikan potensi peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian bila dikelola dengan pola korporasi, akan jauh lebih baik.

Bahkan, petani bisa menguasasi tata niaga dari hulu ke hilir, dengan begitu kesejahteraan petani turut ikut meningkat.

"Jika hasil pertanian ini dikelola dengan pola korporasi, dipastikan bisa meminimalisasi terjunnya harga saat panen raya," ucapnya menambahkan.

Prabowo akan Menyapa Warga Cianjur Besok, Gedung Ini yang akan Menjadi Titik Kumpul

Absennya 4 Pemain Persib Bandung Menjadi Kerugian bagi Perseru Serui, Ini Alasannya

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved