Kasus Suap Izin Meikarta

Pemberian Uang 90 Ribu SGD dari Meikarta ke Pejabat Pemprov Karena Pejabat Tersebut Meminta

Pemberian uang 90 ribu SGD ke Kasi di Dinas Bina Marga Pemprov Jabar dilatarbelakangi permintaan kasi tersebut.

Pemberian Uang 90 Ribu SGD dari Meikarta ke Pejabat Pemprov Karena Pejabat Tersebut Meminta
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang lanjutan dugaan suap izin Meikarta, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Megaha Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa kasus suap proyek perizinan Meikarta, Fitradjaja Purnama mengatakan pemberian uang sebesar 90 ribu SGD ke Yani Firman, Kepala Seksi di Dinas Bina Marga Pemprov Jabar dilatarbelakangi permintaan Yani Firman sendiri.

"Pak Yani yang minta," ujar Fitradjaja saat bersaksi untuk terdakwa Billy Sindoro dan Henry Jasmen di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan, pemberian uang itu dilakukan terkait rekomendasi dengan catatan (RDC) Pemprov Jabar saat Pemprov Jabar meminta perizinan Meikarta dihentikan sementara.

"Saat itu, semua kelengkapa‎n ‎terkait RDC sudah lengkap. Tapi, kok, belum keluar juga. Saya minta (terdakwa) Taryudi untuk mengecek, ternyata berkasnya masih di Pak Yani Firman. Setelah itu Pak Yani katanya minta bertemu," ujar Fitradjaja.

Kemudian, ia akhirnya menemui Yani Firman. Ia berkomunikasi dengan Yani Firman terkait mandeknya RDC. Ia menemui Yani Firman bersama Henry Jasmen dan Taryudi.

"Saya ke Bandung bersama Pak Henry Jasmen, Pak Yani bilang perlu untuk teman-teman staf, Pak Yani bilang, mungkin 500 (juta) cukup atau enggak," ujar Fitradjaja.

"Akhirnya, uang diberikan ke Pak Yani, uangnya dari Pak ‎Henry. Nilainya saya enggak tahu, tapi pecahan dolar Singapura," kata Fitradjaja.

Pada persidangan 28 Januari, Yani Firman tidak mengakui dirinya meminta uang pada Fitradjaja, Henry Jasmen, atau Taryudi.

‎"Tidak ada yang menjanjikan pemberian uang. Tapi memang saya terima SGD 90 ribu dari Pak Fitradjaja. Pak Fitra sempat meminta saya untuk membagikan uang itu tapi saya tidak tahu harus membagikan ke siapa," ujar Yani Firman.

Yani Firman juga mengakui menukarkan uang itu dengan nilai saat itu, Rp 950 juta.

Ia mengaku sempat berkonsultasi dengan atasannya terkait uang itu.

"Atasan saya bilang, ngapain, buat apa. Balikin saja uangnya. Lalu saya hubungi lagi Pak Fitradjaja untuk pengembalian uang, tapi Pak Fitradjaja malah memastikan uang itu aman," ujar Yani.

Timnas Indonesia Kembali Berlaga, Myanmar dan Taiwan Jadi Lawan Uji Coba

Deden Natshir Ulang Tahun Hari Ini, Berharap Wujudkan Impian Besarnya

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved