Update Dampak Angin Puting Beliung, 738 Rumah Rusak di Rancaekek

BPBD Kabupaten Bandung merilis data terbaru soal rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek

Update Dampak Angin Puting Beliung, 738 Rumah Rusak di Rancaekek
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Warga di Rancaekek terdampak puting beliung mulai perbaiki rumah, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, merilis data terbaru rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan dari data BPBD Kabupaten Bandung jumlah rumah yang mengalami kerusakan bertambah dari 640 jadi mencapai 738.

Tiga titik di Kecamatan Rancaekek yang terdampak amukan angin puting beliung, yakni Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, dan Kelurahan Rancaekek Kencana.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, mengatakan jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat angin puting beliung sebanyak 753 dan warga berjumlah 2.567.

"Sebagian ada yang mengungsi, sebagian lagi masih bertahan di rumah mereka karena alasan keamanan," kata Akhmad saat ditemui di Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Minggu (13/1/2019).

Hari Kedua Pascakejadian Angin Puting Beliung di Rancaekek Bandung, Bantuan Terus Berdatangan

Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung, Warga Mulai Perbaiki Rumah, Sebagian Masih Trauma

Terkait status kebencanaan, pihak BPBD Kabupaten Bandung masih menetapkan status siaga darurat hingga beberapa waktu ke depan, dan pihaknya pun berkoordinasi pula dengan unsur TNI dan Polri.

Akhmad mengatakan, untuk penetapan status kebencanaan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi pada Selasa (15/1/2019), terkait pembahasan ke status kebencanaan tanggap darurat.

"Jumlah kerugian akibat bencana pun akan keluar bila status sudah tanggap darurat," katanya.

Ia mengatakan, kejadian angin puting beliung adalah fenomena alam yang biasa terjadi saat cuaca ekstrem, ditandai oleh angin kencang serta hujan intensitas tinggi, dan terjadi setiap tahun.

"Sekarang sedang cuaca ekstrem, diminta untuk terus waspada dan masyarakayat harus cerdas menyikapi fenomena tersebut," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved