Bencana Angin Puting Beliung

Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung, Warga Mulai Perbaiki Rumah, Sebagian Masih Trauma

Pascabencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Rancaekek Permai II, Bandung, warga mulai perbaiki rumah.

Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung, Warga Mulai Perbaiki Rumah, Sebagian Masih Trauma
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Warga di Rancaekek terdampak puting beliung mulai perbaiki rumah, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, RANCAEKEK - Pascabencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Rancaekek Permai II, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung ratusan warga mulai membersihkan puing-puing rumah yang rusak parah, di Sabtu (12/1/2019).

Diki Herdiansyah (43) salah satu warga menuturkan rumahnya rusak parah, genting rumahnya beterbangan, tembok dapur dan halaman rumahnya ambruk, kaca-kaca jendela pecah dan kanopi rumahnya terbang entah kemana. Bahkan Diki mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa balok atap rumahnya.

"Kemarin udah enggak sempat kemana-mana karena takut, jadi diam aja di rumah. Pas mau ngecek keluar, kanopi rumah terbang dan kayunya nimpa kepala saya, tapi alhamdulillah enggak sampai parah," tuturnya di kediamannya tadi pagi.

Sementara Mulyani (47) mengaku rumahnya hancur parah. Seluruh perabotan di rumahnya juga rusak akibat tertimpa balok kayu dan genting rumahnya. Rumahnya di Blok C mengalami rusak parah.

"Takut pisan kemarin mah udah kayak mau kiamat. Anginnya kencang banget," katanya di posko pengungsian Masjid Al Ikhlas Desa Jelegong, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Mulyani menuturkan angin berputar dan mengenai rumah-rumah di Blok B dan C selama dua kali. Menurutnya angin kencang berlangsung hingga 10 menitan.

"Angin pertama mah biasa aja, banyak warga yang keluar rumah dan nyuruh keluar. Tapi angin kedua kencang banget dan merusak rumah-rumah. Di blok B dan C mah pada rusak parah," tuturnya.

Sejak semalam Mulyani serta anak dan suaminya mengungsi di Masjid Al Ikhlas karena rumahnya rusak parah serta air menggenangi ruang tengah rumahnya. Mulyani mengaku masih trauma dengan kejadian kemarin.

"Dari semalam saya mah enggak bisa tidur enggak bisa makan. Masih kebayang-bayang angin yang kemarin, saya masih takut," ujarnya. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved