TOPIK
Pembunuhan 1 Keluarga di Indramayu
-
Di hadapan hakim, Priyo menyebut empat nama dari mulai Aman Yani, Yoga, Hadi, dan Joko hanya karangan Ririn untuk mengaburkan fakta pembunuhan
-
Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, secara mengejutkan mencabut kuasa hukum Toni RM
-
Sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu ricuh! Keluarga korban mengamuk saat terdakwa Ririn mengaku dianiaya polisi.
-
Sidang lanjutan pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi.
-
Persidangan kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Paoman Indramayu mengungkap fakta baru.
-
Update sidang pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu. Saksi Niko ungkap korban sempat tertipu investasi sembako sebelum tewas dibantai
-
Ririn dan Priyo jalani sidang perdana kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu. Terungkap fakta memilukan korban anak sempat menangis.
-
Sidang perdana kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu digelar. Terdakwa didakwa pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati.
-
Pembunuhan itu memakan korban Haji Sahroni, anak dan menantunya serta cucu.
-
Ada momen membuat banyak orang tak sanggup menahan napas, yaitu adegan bocah 7 tahun, Ratu Khairunnisa menangis sebelum dibunuh.
-
Taktik itu mulai dari merekayasa alibi, menguburkan korban dalam satu lubang, hingga berencana kabur menjadi Anak Buah Kapal (ABK).
-
Sobirin diketahui sebagai residivis kasus penganiayaan berat, sementara Prio baru pertama kali terlibat kejahatan.
-
Rupanya di balik penangkapan para tersangka, ada satu sosok yang sempat difitnah jadi pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.
-
Dua pelaku pembunuhan keluarga H Sahroni di Indramayu, Jawa Barat, yakni R dan P mencoba mengambinghitamkan seorang warga bernama Evan Bagus Pratama.
-
R dan P hanya tertunduk dengan wajah lebam. Mereka duduk di kursi roda saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jabar.
-
Berlayar sendiri waktunya sekitar enam sampai delapan bulan, sehingga akan menyulitkan dalam hal penjangkauan.
-
AKBP Mochammad Fajar Gemilang menjelaskan kronologi pembunuhan berencana keluarga Sahroni di Paoman Indramayu
-
Penemuan 5 jenazah keluarga Haji Sahroni itu bermula dari WA tetangga yang tak dibalas-balas.
-
Pada malam tersebut, keduanya mendatangi rumah korban sambil membawa pipa besi.
-
Polisi pun berhasil meringkus dua tersangka, yakni R (35) dan P (29). Mereka berasal dari Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu.
-
Arwin Bachar juga mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap 2 terduga pelaku itu berlangsung dramatis.
-
Upaya polisi meringkus dua terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Indramayu, berlangsung dramatis karena mendapat perlawanan.
-
Kedua pelaku justru kembali lagi ke Indramayu dan berhasil ditangkap polisi dalam sebuah operasi dini hari.
-
Korban yang pernah bekerja di bank adalah Budi Awalludin, anak Haji Sahroni.
-
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Indramayu, AKP Mochamad Arwin Bachar, membenarkan bahwa dua terduga pelaku telah diamankan.
-
Gubernur Jawa Barat melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Senin (8/9/2025), membagikan kabar mengenai penangkapan tersebut.
-
Informasi ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram resminya, Senin (9/8/2025).
-
Tamu misterius itu sempat terungkap dari pernyataan salah seorang kerabat korban yang bernama Ema.
-
Tetangga menemukan mereka setelah kaki Haji Sahroni menyembul dari balik gundukan tanah.
-
Sejumlah akun Facebook membagikan informasi bahwa pelaku pembunuhan di Indramayu sudah berhasil diamankan polisi.