Rabu, 20 Mei 2026

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, DPW PKS Jabar Luncurkan Gerakan Milad Berdaya Hadapi Krisis Global

DPW PKS Jawa Barat meluncurkan gerakan "Milad Berdaya" dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.

Tayang:
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
DPW PKS Jawa Barat dalam peringatan hari kebangkitan nasional dan hari jadi PKS, menghadirkan gerakan milad berdaya, Rabu (20/5/2026) di kantor DPW PKS Jabar dengan tagline bersama rakyat menguatkan ketahanan Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • DPW PKS Jawa Barat meluncurkan gerakan "Milad Berdaya" dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global. 
  • Ketua DPW PKS Jabar, Iwan Suryawan, menekankan pentingnya aksi berbasis komunitas seperti pemanfaatan pekarangan rumah dan penguatan UMKM. 
  • PKS juga menyiapkan 135 duta tani serta white paper sebagai rekomendasi kebijakan bagi Pemprov Jabar.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPW PKS Jawa Barat dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Jadi PKS, menghadirkan gerakan milad berdaya. Hal ini dicanangkan pada Rabu (20/5/2026) di kantor DPW PKS Jabar dengan tagline "Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia".

Gerakan ini digagas sebagai jawaban atas ketidakpastian geopolitik global yang semakin memengaruhi ketahanan pangan, energi, dan ekonomi masyarakat Jabar.

Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan atau kerap disapa Abah Iwan, menegaskan gerakan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. 

"Kita tinggal di tanah yang subur, tapi meja makan kita masih bergantung pada pasokan dari luar. Harga cabai naik karena kekeringan di daerah lain, harga beras mengikuti kondisi global. Dampaknya kita rasakan, tapi kendali tidak ada di tangan kita,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya gerakan berbasis komunitas dan keluarga sebagai langkah nyata menghadapi ketidakpastian.

Abah Iwan menambahkan pengalaman langsung bersama peternak dan pelaku usaha kecil di Jawa Barat menjadi inspirasi lahirnya Milad Berdaya. Dari peternak kambing hingga usaha ayam petelur, dia melihat optimisme dan ketekunan sebagai kunci keberhasilan.

“Minimal di rumah, ada pot berisi sayuran untuk kebutuhan keluarga. Jangan sampai gerakan ini hanya seremonial. Harus bergerak, dan bergerak berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Milad Berdaya sekaligus Ketua Bidang Pertanian, Petani, dan Nelayan DPW PKS Jawa Barat, Budiwanto menjelaskan gerakan ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, energi, dan ekonomi.

"Kami menyiapkan 135 duta tani dengan rincian lima orang per DPD yang akan menjadi penggerak di lapangan. Mereka memastikan gerakan ini tidak berhenti di peluncuran, tapi terus berjalan hingga tingkat ranting,” katanya.

DPW juga telah menyiapkan petunjuk teknis dan surat edaran resmi sebagai panduan pelaksanaan. Program Milad Berdaya mencakup lima langkah utama, antara lain pertama, gerakan pangan berbasis pekarangan, yang mendorong keluarga kader menanam sayuran untuk kebutuhan harian.

Kedua, ketahanan energi, melalui instalasi panel surya di kantor DPW sebagai percontohan dan kampanye hemat energi di rumah tangga.

Ketiga, ketahanan ekonomi, lewat penguatan ekosistem UMKM kader melalui pasar komunitas dan koperasi PKS Jabar.

Keempat, boemkraf, sebagai wadah ekonomi kreatif berbasis komunitas, dan kelima, peluncuran SAKTI (Sekolah Kader Patriotik), yang menyiapkan kader untuk terjun ke wilayah pesisir dan daerah yang membutuhkan tenaga dakwah serta pemberdayaan.

"Gerakan ini tidak berhenti di level komunitas. Fraksi PKS di DPRD Jawa Barat akan mendorong agar kerangka ketahanan pangan dan energi menjadi bahan pertimbangan kebijakan. Bahkan, DPW menyiapkan white paper sebagai rekomendasi resmi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kebijakan daerah dalam menghadapi tantangan global," ucapnya.

Peluncuran Milad Berdaya yang bertepatan dengan 118 tahun Hari Kebangkitan Nasional membawa simbolisme tersendiri. Seperti kebangkitan bangsa pada 1908 yang dimulai dari kesadaran kolektif, PKS Jawa Barat ingin menegaskan bahwa ketergantungan bukanlah takdir. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, terorganisir, dan berkelanjutan.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved