Citengah Sumedang Rawan Longsor, BPBD Dorong Kolaborasi Warga dan Pelaku Wisata
Area wisata Citengah yang berada di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan disebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Kawasan wisata Citengah di Sumedang Selatan memiliki risiko longsor tinggi sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak dalam mitigasi.
- BPBD menyiapkan langkah teknis seperti pemangkasan pohon, pemasangan rucuk bambu, serta sistem peringatan dini.
- Akses jalan yang sempat tertutup longsor kini telah kembali normal setelah material dibersihkan.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Area wisata Citengah yang berada di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan disebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuat upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menekankan bahwa sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam meminimalkan potensi bencana di kawasan tersebut.
“Tentu saja, para pengusaha wisata di tempat itu juga perlu terlibat dalam mitigasi ini, sebab bukan hanya pemerintah, BPBD saja, termasuk masyarakat dan dunia usaha perlu terlibat dalam mitigasi bencana ini,” ujarnya. Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, berbagai langkah mitigasi tengah disiapkan untuk mengurangi potensi bahaya. Salah satunya dengan memangkas pepohonan yang sudah rapuh dan berisiko tumbang, serta memasang rucuk bambu di sejumlah titik tebing yang dinilai rawan longsor.
“Kawasan wisata Citengah potensi longsor sangat banyak, oleh karena itu mitigasi bencana akan kami lakukan di antaranya melakukan pemangkasan pohon-pohon rawan tumbang, yang lapuk dan kering sudah mati,” katanya.
Selain langkah fisik di lapangan, BPBD juga telah mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Kita sudah ada beberapa Early Warning System (EWS) di antaranya EWS banjir, juga ada grup WhatsApp berisi para pelaku usaha,” ucapnya.
Ia turut mengingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha lebih aktif dalam menyampaikan informasi ketika kondisi cuaca ekstrem terjadi. Informasi yang cepat dinilai penting untuk mengurangi risiko bagi wisatawan maupun warga sekitar.
“Ketika hujan deras, kami harapkan ada informasi bahwa telah terjadi misalnya intensitas hujan tinggi, jadi ada kehati-hatian,” katanya.
Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan kawasan wisata Cisoka menuju Kecamatan Cibugel di Desa Citengah, Sumedang Selatan, kini sudah dapat dilalui kembali. Sebelumnya, jalur tersebut sempat tertutup material longsoran di dua titik yang menghambat aktivitas warga.
Pembersihan material longsor akhirnya berhasil dilakukan, sehingga arus kendaraan kembali normal sejak Jumat (17/4/2026) siang.
| BPBD Sumedang Ingatkan Potensi Longsor Susulan di Citengah Meski Akses Jalan Telah Terbuka |
|
|---|
| Sumedang Diterjang Longsor! Akses Wisata Kebun Teh Cisoka Terputus Total, Tebing 15 Meter Ambrol |
|
|---|
| Jalur Sukabumi–Sagaranten Lumpuh Total! Banjir dan Longsor Terjang Cijangkar, Warga Terjebak |
|
|---|
| Banjir Lumpur dan Longsor Tutup Jalan Provinsi di Sukabumi, Akses Terputus Total Malam Ini |
|
|---|
| Ono Surono Desak Rehabilitasi TPT Cadas Pangeran Sumedang: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Akses-jalan-penghubung-kawasan-wisata-Cisoka-menu.jpg)