Guru Cabuli Murid SD di Sumedang
Kasus Guru Cabuli Anak SD di Sumedang Harus Diusut Tuntas, Retno: Tak Boleh Didiamkan
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap murid SD di Kabupaten Sumedang dinilai harus ditangani hingga tuntas dan tidak boleh dibiarkan.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap murid SD di Kabupaten Sumedang dinilai harus ditangani hingga tuntas dan tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian.
Ketua Yayasan Peduli Generasi Muda sekaligus penanggung jawab LKSA Senandung PERADA Sumedang, Retno Ernawati, menyebut pentingnya penanganan serius terhadap kasus tersebut.
Retno mengatakan kasus serupa sebelumnya pernah terjadi dan sebagian dapat diselesaikan melalui mediasi. Namun, jika tidak menemukan titik penyelesaian, maka proses hukum harus tetap ditempuh.
“Kalau tidak bisa diselesaikan, konsekuensinya ya hukum. Artinya baik pelaku maupun pihak terkait akan berhadapan dengan hukum,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya setiap kasus kekerasan terhadap anak harus ditangani secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan, baik bagi korban maupun lingkungan sosial.
Baca juga: Catatan Bojan Hodak Kini Samai Indra Thohir Namun Lebih Sangar, 95 Laga Hanya 9 Kali Kalah
“Kami berharap kasus-kasus seperti ini diselesaikan sepenuhnya, jangan didiamkan,” katanya.
Retno mengatakan peran lembaga perlindungan anak, termasuk P2TP2A, sebelumnya cukup kuat dalam menangani kasus serupa. Karena itu, ia mendorong agar upaya perlindungan dan pendampingan terhadap anak terus diperkuat.
Motifi Pecnulikan
Diberitakan sebelumnya motif di balik dugaan penculikan seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) oleh seorang guru honorer SMK di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, akhirnya terungkap.
Tim Resmob Polres Sumedang telah menangkap Indra (34), warga Dusun/Desa Cijeler RT03/03 Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
Guru bejat tersebut ditangkap saat membonceng NAM, seorang murid kelas VI Sekolah Dasar di wilayah Sumedang Utara pada Minggu (19/4/2026) pukul 13.00 di Jalan Raya Sumedang -Wado, tepatnya di kawasan Sukatali, Kecamatan Situraja.
Sebelumnya, NAM, dilaporkan hilang dari rumahnya selama dua hari, atau pada Jumat (17/4/2026) siang.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan motif utama perkara ini dilatarbelakangi dorongan nafsu birahi.
"Motif pelaku didasari nafsu birahi," kata Kapolres, Senin (20/4/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS 6 Pelajar Jadi Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Siswa SMAN 5 Bandung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ilustrasi-murid-SD-by-Gemini-AI.jpg)