Mahar Sederhana di Hari Istimewa: Angka Kelahiran Jadi Simbol Cinta Wabup Sumedang dan Astria Dita
Wakil Bupati Sumedang Muhammad Fajar Aldila resmi menikahi Astria Dita Oktavia di Jakarta Selatan pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Sumedang Muhammad Fajar Aldila resmi menikahi Astria Dita Oktavia di Jakarta Selatan pada Sabtu, 6 Juni 2026.
- Momen sakral yang dihadiri sejumlah pejabat negara ini berlangsung khidmat dengan mahar simbolis berupa 15 gram emas dan uang tunai Rp11 juta.
- Angka mas kawin tersebut sengaja dipilih karena merepresentasikan tanggal lahir masing-masing pasangan.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jarum jam belum lewat tengah hari ketika suasana khidmat menyelimuti ruang akad nikah di The Tribrata Hotel & Convention Center Darmawangsa, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).
Di hadapan keluarga besar, para tamu undangan, serta sejumlah pejabat negara dan daerah, Wakil Bupati Sumedang Muhammad Fajar Aldila duduk tenang menanti satu momen yang akan mengubah perjalanan hidupnya.
Di sisi lain, Astria Dita Oktavia juga bersiap menyambut babak baru sebagai pendamping hidup pria yang kini menjadi orang nomor dua di Kabupaten Sumedang.
Satu tarikan napas, satu jabat tangan, lalu kalimat ijab kabul terucap dengan lancar.
"Sah!", demikian kata saksi pernikahan, disambut haru hadirin.
Ucapan syukur pun mengalir dari para tamu yang hadir. Wajah haru sekaligus bahagia tampak jelas menghiasi raut Fajar dan Astria. Momen sakral itu turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Pasangan tersebut memilih melangsungkan akad nikah pada tanggal yang mudah diingat, yakni 6 Juni 2026. Setelah prosesi akad selesai, kebahagiaan berlanjut dalam resepsi pernikahan yang digelar pada malam harinya.
Di balik kemeriahan acara, terdapat kisah menarik yang tersimpan dalam mahar pernikahan keduanya. Tidak berupa nominal fantastis atau simbol kemewahan, Fajar memilih mahar yang sederhana, yaitu 15 gram emas dan uang tunai Rp11 juta.
Namun, angka-angka itu ternyata bukan dipilih tanpa alasan.
"Mas kawin 15 gram emas dan uang tunai Rp11 juta," kata Fajar Aldila kepada TribunJabar.id, Minggu (7/6/2026).
Bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin terlihat biasa. Tetapi bagi Fajar dan Astria, angka itu menyimpan makna personal yang akan terus mereka kenang sepanjang pernikahan.
"Kenapa maharnya begitu, karena angka 15 adalah tanggal lahir saya, dan angka 11 tanggal lahir istri," ujarnya.
Mahar itu menjadi simbol pertemuan dua perjalanan hidup yang kini dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna. Bukan tentang besarnya nilai yang diberikan, melainkan tentang kenangan dan identitas yang dibawa masing-masing menuju kehidupan baru bersama.
Muhammad Fajar Aldila merupakan putra pasangan Trikman Jaya dan Yasmine Asyik. Sementara Astria Dita Oktavia adalah putri pasangan Gunawan dan Tsut Arti.
Kini, setelah prosesi akad yang berlangsung penuh haru, keduanya resmi menyandang status sebagai suami dan istri. Di tengah padatnya tugas pemerintahan yang diemban Fajar sebagai Wakil Bupati, dipilihnya perempuan itu sebagai pendamping hidup.
| Profil Astria Dita Oktavia, Pastry Chef Asal Jakarta Tambatan Hati Wabup Sumedang Fajar Aldila |
|
|---|
| Tidak Ada Bulan Madu: Nikah Akhir Pekan, Wabup Sumedang Fajar Langsung Kembali Bekerja di Hari Senin |
|
|---|
| Tanpa VIP Demi Hindari Gratifikasi, Pernikahan Anak Wawali Diky Candra Tetap Dihadiri Sule-Komeng |
|
|---|
| Dihadiri Dedi Mulyadi hingga Bima Arya, Wabup Sumedang Fajar Aldila Resmi Persunting Astria Dita |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Nyaris Bantu Tersangka Pencurian Motor di Sumedang: Sudah Curiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Sumedang-Muhammad-Fajar-Aldila-dan-gadis-pujaannya-Astr.jpg)