Mengintip Kondisi TPSA Cibeureum Sumedang, Tumpukan Sampah Tak Menggunung Tinggi
Kepala DLHK Kabupaten Sumedang menjelaskan bahwa kondisi TPSA Cibeureum berbeda dengan TPA Bantargebang yang mengalami penumpukan sampah
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- DLHK Sumedang memastikan kondisi TPSA Cibeureum aman dan berbeda dengan TPA Bantargebang yang mengalami longsor.
- Longsor di Bantargebang terjadi karena tumpukan sampah sangat tinggi, berada di pinggir sungai, dan benteng penahan jebol.
- TPSA Cibeureum memiliki luas 10 hektare, dengan 7 hektare digunakan untuk pembuangan akhir, dan sedang beralih dari sistem open dumping ke controlled landfill.
- Permukaan sampah di Cibeureum relatif rata, tidak menggunung, sehingga dinilai lebih aman.
Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Peristiwa longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kabupaten Bekasi, yang menewaskan tiga orang, menjadi perhatian banyak pihak terkait pengelolaan sampah di berbagai daerah.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memastikan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum di Kecamatan Cimalaka masih dalam kondisi aman.
Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, menjelaskan bahwa kondisi TPSA Cibeureum berbeda dengan TPA Bantargebang yang mengalami penumpukan sampah hingga terjadi longsor.
Baca juga: Gunungan Sampah TPA Cikolotok Dijaga Maksimal 4 Meter, DLH Purwakarta Klaim Masih Zona Aman
Menurut Wasman, peristiwa di Bantargebang dipicu oleh tumpukan sampah yang sangat tinggi dan berada di dekat aliran sungai. Selain itu, struktur penahan atau benteng di lokasi tersebut dilaporkan jebol sehingga menyebabkan longsoran.
“Di Bekasi itu sampahnya menumpuk sekali dan berada di pinggir sungai. Benteng penahannya jebol, kurang lebih begitu kondisinya,” ujar Wasman mengawali pembicaraan dengan Tribun Jabar,id, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, kondisi TPSA Cibeureum dinilai jauh lebih terkendali. Area pengelolaan sampah di lokasi tersebut memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan sekitar 7 hektare di antaranya digunakan khusus untuk area pembuangan akhir.
Wasman menegaskan, pengelolaan sampah di TPSA Cibeureum saat ini juga sedang beralih secara bertahap dari sistem open dumping menuju controlled landfill untuk meningkatkan keamanan dan pengelolaan lingkungan.
Sistem open dumping adalah metode pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah begitu saja di suatu lahan terbuka tanpa perlakuan khusus. Sampah dibiarkan menumpuk, sering kali tidak diratakan atau ditutup. Sementara controlled landfill merupakan sistem yang lebih teratur dan aman. Sampah yang dibuang akan diratakan, dipadatkan, lalu ditutup dengan lapisan tanah secara berkala. Tujuannya untuk mengurangi dampak lingkungan, mencegah pencemaran, dan menekan risiko longsor.
“Sekarang bertahap dari open dumping ke controlled landfill, sehingga pengelolaan sampah di Cibeureum jauh lebih aman,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada tumpukan sampah yang menggunung seperti yang terjadi di beberapa TPA besar. Kondisi permukaan sampah di TPSA Cibeureum relatif rata dan tidak melebihi ketinggian jalan di sekitarnya.
“Di Cibeureum tidak ada tumpukan sampah yang menggunung, justru relatif rata dengan jalan sehingga masih aman,” jelasnya.
Baca juga: 2 Pemilik Warung dan 1 Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsoran Sampah di TPST Bantargebang
DLHK Sumedang mencatat volume sampah yang masuk ke TPSA Cibeureum setiap hari berkisar antara 145 hingga 160 ton. Jumlah tersebut dapat berubah tergantung aktivitas masyarakat pada hari tertentu.
Dengan kondisi tersebut, Wasman memastikan kapasitas dan sistem pengelolaan di TPSA Cibeureum masih mampu menampung sampah dari wilayah Kabupaten Sumedang dengan aman.
TPSA Cibeureum
pengelolaan sampah
TPST Bantargebang
Kabupaten Sumedang
Maman Wasman
penumpukan sampah
Meaningful
| May Day 2026, Mahasiswa di Sumedang Soroti Upah Buruh Tani hingga Biaya Pendidikan |
|
|---|
| Unjuk Rasa May Day 2026 Depan Unpad, Jalan Tersisa Satu Lajur, Arus Bandung–Sumedang Macet |
|
|---|
| Mahasiswa Unpad Gelar Aksi May Day di Jatinangor, Teriakkan Seruan ''Hidup Buruh!'' |
|
|---|
| Tercatat di PN Bandung, 2 Pelaku Konten Fitnah terhadap Pengusaha Skincare Heni Sagara Siap Disidang |
|
|---|
| Bupati dan Kapolres Lepas Seribuan Buruh Sumedang ke Jakarta, Bawa Pesan untuk May Day di Monas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-saat-meninjau-TPSA-Cibeureum-Sumedang.jpg)